CIREBONINSIDER.COM– Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum “Skenario Langit” dalam menurunkan kompas kebenaran.
Namun, sebuah tanya besar sering muncul di tengah umat: kapan tepatnya Alquran pertama kali menyentuh alam dunia? Apakah serentak pada malam Lailatul Qadar, atau pada 17 Ramadan sebagaimana lazimnya diperingati sebagai Nuzulul Quran?
Menyingkap kronologi ini bukan hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga memperkuat apresiasi kita terhadap proses turunnya hidayah yang sempurna dan sistematis.
Baca Juga:Lupa Mandi Junub hingga Subuh, Apakah Puasa Ramadan Tetap Sah? Cek Hukum dan Adab SahurnyaMisteri Lailatul Qadar: 4 Alasan Logis Imam Ar-Razi Mengapa Allah Merahasiakan Waktunya
1. Titik Temu 17 Ramadan: Momentum “Hari Al-Furqan”
Tradisi peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan berakar kuat pada pendapat yang dikuatkan (tarjih) oleh Ibnu Ishaq.
Dalam Tafsir Al-Munir, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa dasar argumen ini adalah Surah Al-Anfal ayat 41. Ayat tersebut menyebut istilah Yaumul Furqan (hari pembeda), yaitu hari bertemunya dua pasukan besar dalam Perang Badar.
Sejarah mencatat peristiwa heroik tersebut terjadi pada 17 Ramadan. Di sinilah Alquran turun sebagai proklamasi pembeda antara yang hak dan yang batil di muka bumi.
2. Rahasia Malam ke-24: Al-Quran Turun secara Utuh
Menariknya, terdapat riwayat otoritatif dari Ibnu Abbas dan Watsilah bin Al-Asqa’ yang memberikan dimensi berbeda.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad: “Suhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat pada malam keenam, Injil pada tanggal tiga belas, dan Alquran diturunkan pada malam kedua puluh empat Ramadhan.”
Data ini merujuk pada peristiwa turunnya Alquran secara total (jumlatan wahidah) dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia).
Setelah “transit” secara utuh di langit dunia pada malam ke-24, barulah Malaikat Jibril menyampaikannya secara bertahap kepada Rasulullah SAW selama kurang lebih 23 tahun.
Baca Juga:Bukan Sekadar Begadang, Gus Baha Bongkar 5 'Maintenance' Ruhani Gapai Lailatul QadarInvestasi Langka Ramadan 2026: Mengapa Melewatkan Tarawih Kerugian Spiritual Terbesar?
3. Tiga Sudut Pandang: Harmonisasi Makna Nuzulul Quran
Pakar tafsir Ibnu Athiyyah menjelaskan bahwa perbedaan tanggal ini bukanlah sebuah pertentangan, melainkan fase kemuliaan yang saling melengkapi:
– Perspektif Ad-Dhahhak: Ramadan adalah momentum pengagungan syariat. Alquran diturunkan sebagai penegasan kewajiban dan perintah yang mulai ditetapkan keutamaannya pada bulan suci ini.
– Perspektif Ibnu Ishaq (17 Ramadan): Menandai awal perjuangan fisik risalah Islam dan turunnya ayat yang menyertai kemenangan umat di Perang Badar.
