CIREBONINSIDER.COM – Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama Ramadan 2026 bukan sekadar rutinitas estetika agar nafas tetap segar saat berinteraksi.
Secara medis, kondisi rongga mulut yang terabaikan selama 12 jam berpuasa dapat menjadi pintu masuk bagi komplikasi kesehatan yang lebih serius, termasuk risiko penyakit jantung.
Dilema Mulut Kering: Bukan Sekadar Halitosis
Selama menjalankan ibadah puasa, tubuh secara alami menurunkan produksi air liur (saliva).
Baca Juga:Haid Tidak Lancar Saat Ramadan, Kapan Harus Mandi Wajib dan Puasa? Ini Penjelasan Mazhab Syafi'iWaspada 'Inner Voice' atau Godaan, Kenali 4 Bisikan Halus yang Kerap Merusak Pahala Puasa
Kondisi ini menyebabkan mukosa mulut menjadi kering, yang dalam istilah medis memicu berkembangnya bakteri anaerob penyebab bau mulut atau halitosis.
Dokter spesialis gigi, drg. Irma Rosalina, menekankan bahwa sisa makanan yang tertinggal di sela gigi tanpa perlindungan air liur yang cukup akan memproduksi zat asam lebih cepat.
“Masalah yang sering muncul saat berpuasa antara lain bau mulut, sariawan, hingga radang gusi (gingivitis). Jika dibiarkan, bakteri dari gigi berlubang dan gusi meradang ini berisiko masuk ke pembuluh darah dan berdampak pada kesehatan jantung,” ujar Irma dikutip dari NU Online, Rabu (25/2/2026).
Memutus Rantai Bakteri: Ritual Sahur dan Tidur
Irma menjelaskan bahwa bau mulut saat puasa tidak melulu soal lambung kosong. Faktor dominan justru berasal dari aktivitas bakteri yang menghasilkan gas berbau saat mulut kering. Untuk mengantisipasi hal ini, diperlukan langkah kuratif yang disiplin:
– Double Cleansing: Menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah sahur dan sebelum tidur malam.
– Interdental Cleaning: Menggunakan benang gigi (dental floss) untuk menjangkau sisa lemak makanan di celah sempit.
– Tongue Scrapping: Membersihkan permukaan lidah yang menjadi sarang utama bakteri sulfur.
– Antiseptik: Berkumur dengan mouthwash non-alkohol untuk menjaga kelembapan mukosa.
Baca Juga:Strategi Quick-Slow Release, Rahasia Duet Kurma-Alpukat agar Tubuh Tetap Khusyuk saat Puasa Ramadan 2026Bongkar Dalil "Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah", Benarkah Ramadan 2026 Waktunya Rebahan?
Pantangan Makanan dan Mitos Batal Puasa
Selain kebersihan fisik, pola makan saat sahur memegang kendali besar. Irma mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan berbau menyengat seperti petai dan bawang, serta mengurangi asupan tinggi gula dan lemak yang mempercepat pembentukan plak.
Terkait keraguan masyarakat mengenai tindakan medis saat berpuasa, Irma memberikan klasifikasi hukum medis yang menenangkan:
– Scaling (Pembersihan Karang Gigi): Tetap dapat dilakukan saat Ramadhan. Disarankan mengambil jadwal setelah berbuka untuk menghindari risiko air tertelan secara tidak sengaja.
