CIREBONINSIDER.COM— Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi mempertegas peran strategisnya dalam peta pertumbuhan ekonomi nasional.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menandatangani “Deklarasi Bersama Pengembangan Kawasan Rebana” di Aula Gemah Ripah (Aula Barat) Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremoni. Penandatanganan ini merupakan komitmen konkret Indramayu bersama enam kepala daerah lainnya di wilayah Rebana (Subang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, serta Kabupaten/Kota Cirebon) untuk menciptakan ekosistem industri terintegrasi di Jawa Barat.
Baca Juga:Kuningan Jadi 'Paru-Paru' Rebana, Gubernur Dedi Mulyadi: Lebih Baik Banyak Pohon daripada UangGaram Cirebon Berpotensi 90 Turunan Kimiawi, BP Rebana: Hilirisasi Harus Cepat Tarik Investor Global
Strategi ‘Golden Triangle’ dan Konektivitas Global
Indramayu kini berada di posisi tawar yang sangat kompetitif. Terletak di antara dua infrastruktur raksasa—Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati—Indramayu diproyeksikan menjadi simpul utama konektivitas logistik dan daya tarik investasi dunia.
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa Indramayu tidak hanya mengandalkan satu sektor. Wilayah ini memiliki portofolio ekonomi yang komplet:
– Lumbung Pangan Nasional: Sektor pertanian yang tetap produktif.
– Poros Energi: Kekuatan industri migas yang telah mapan.
– Potensi Maritim: Sektor kelautan dan perikanan yang melimpah.
– Industrialisasi Baru: Pengembangan kawasan industri yang modern.
Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Dalam keterangannya, Lucky Hakim menekankan bahwa pengembangan Kawasan Rebana harus berdampak langsung pada kantong masyarakat.
Ia menginginkan transformasi dari daerah agraris ke industri berjalan tanpa meninggalkan kearifan lokal.
”Indramayu memiliki kekuatan di sektor pertanian, energi, industri, dan kelautan. Potensi ini akan kami optimalkan dalam kerangka Kawasan Rebana agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tegas Lucky Hakim.
Sinergi Lintas Wilayah
Melalui Badan Pengelola Kawasan Rebana, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kabupaten/kota kini semakin solid.
Sinergi ini bertujuan untuk memangkas hambatan birokrasi bagi investor dan mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang di tujuh wilayah tersebut.
Baca Juga:Helmy Yahya Bawa Investor Rusia ke Sumedang, Klaim Jadi Gerbang Investasi Utama RebanaHelmy Yahya Pimpin Rebana, Percepat Ekonomi Jabar
Dengan deklarasi ini, Indramayu siap bertransformasi dari penyangga pangan menjadi mesin penggerak utama ekonomi masa depan Jawa Barat, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru bagi generasi muda di Bumi Wiralodra.(*)
