CIREBONINSIDER.COM – Momentum Safari Ramadan 1447 H di Kabupaten Cirebon menjadi panggung pengumuman kebijakan radikal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Di hadapan ribuan warga yang memadati Lapangan Mandala Giri, Sabtu (28/2/2026), KDM menegaskan akan menghentikan pemborosan birokrasi demi kepentingan dasar rakyat.
Dalam acara bertajuk Tarling Neuleuman Poekna Peuting tersebut, KDM yang hadir bersama Bupati Cirebon Imron dan Gus Miftah, melontarkan pernyataan tajam terkait efisiensi anggaran daerah.
Baca Juga:Sisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi MulyadiKuningan Jadi 'Paru-Paru' Rebana, Gubernur Dedi Mulyadi: Lebih Baik Banyak Pohon daripada Uang
Efisiensi Radikal: Dari Perjalanan Dinas ke Beasiswa
KDM menekankan bahwa esensi kepemimpinan adalah menanggalkan ego jabatan. Ia menginstruksikan pemotongan seluruh anggaran perjalanan dinas yang tidak esensial di lingkungan Pemprov Jawa Barat.
”Seluruh atribut itu hilang ketika kita jadi pemimpin. Yang ada hanya satu, kepentingan rakyat yang harus utama,” tegas KDM dengan retorika yang lugas.
Menurutnya, pengalihan dana perjalanan dinas ini memiliki target yang konkret dan terukur:
– Penyediaan Beasiswa: Mencetak sarjana-sarjana baru dari keluarga prasejahtera.
– Rehabilitasi Hunian: Membangun dan memperbaiki rumah rakyat miskin yang tidak layak huni.
”Saya memotong seluruh anggaran perjalanan dinas yang tidak penting, agar aliran uang Jawa Barat nanti menjadikan sarjana baru dan rumah rakyat miskin terbangun,” lanjutnya, disambut tepuk tangan riuh jamaah.
Sinergi Cirebon: Perbaikan Infrastruktur Jadi Prioritas
Senada dengan visi Provinsi, Bupati Cirebon Imron mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan dengan pemerintah.
Ia menyadari bahwa kemajuan Kabupaten Cirebon sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan pusat, provinsi, dan daerah.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Perang Lawan Pungli Wisata: Jangan Kasih Uang ke Tukang Parkir Pembohong!Nasib Pasien Kronis Jabar Terjamin, Dedi Mulyadi Ambil Alih Iuran BPJS Warga yang Terlempar dari PBI Kemensos
Menjawab aspirasi warga terkait aksesibilitas, Imron memastikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan yang rusak sedang dipacu pada tahun anggaran 2026 ini.
“Jalan-jalan yang masih rusak sedang kita perbaiki tahun ini. Jika masih ada yang belum tuntas, akan segera diselesaikan secara bertahap,” ungkap Imron.
Momentum Spiritual dan Komunikasi Publik
Safari Ramadan ini bukan sekadar ritual ibadah, melainkan ruang komunikasi dua arah antara pemimpin dan rakyat.
Kehadiran Gus Miftah memberikan nuansa religius yang sejuk, sekaligus memperkuat pesan moral tentang pentingnya keadilan sosial dalam pemerintahan.
Melalui langkah efisiensi yang diumumkan KDM, Pemprov Jabar mengirimkan pesan kuat ke publik: bahwa setiap rupiah uang negara harus kembali dalam bentuk kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat kecil.(*)
