CIREBONINSIDER.COM– Kabupaten Indramayu resmi mengukuhkan dominasinya sebagai “tulang punggung” pangan laut di Jawa Barat.
Dalam Forum Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat 2026, Indramayu kembali dinobatkan sebagai daerah dengan kontribusi produksi perikanan terbesar sepanjang tahun 2025.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Kepala DKP Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka, kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, di Kantor DKP Jabar, Rabu (19/2/2026).
Baca Juga:Indramayu Targetkan Produksi Perikanan 527 Ribu Ton Diperkuat 6.074 Kapal dan 23.000 Ha LahanPemkab Indramayu 'Jemput Bola', Keruk Pelabuhan Dadap untuk Kejar Potensi Pusat Ekspor Perikanan
Data Faktual: Dominasi Satu Kabupaten untuk Sepertiga Provinsi
Angka yang dihasilkan Indramayu tergolong fantastis dan menjadi pembeda signifikan di level regional. Dari total produksi perikanan Jawa Barat sebesar 1.555.951,71 ton, Indramayu menyumbang angka masif sebesar 528.873,80 ton.
Artinya, secara statistik, 33,99 persen atau sepertiga dari seluruh ketersediaan ikan di Jawa Barat berasal dari perairan dan kolam budidaya Indramayu.
Berikut adalah rincian sektornya:- Perikanan Tangkap: Menyumbang 180.620,58 ton (Setara 63,01% total Jabar).
– Perikanan Budidaya: Menyumbang 348.253,22 ton (Setara 26,43% total Jabar).
Sinergi di Bawah Kepemimpinan Lucky Hakim – Syaefudin
Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan refleksi sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dengan kerja keras para nelayan serta pelaku usaha.
Kepala DPK Indramayu, Edi Umaedi, menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, sektor perikanan diproyeksikan tidak hanya mengejar kuantitas, tapi juga kualitas dan keberlanjutan.
”Terima kasih atas ikhtiar maksimal dari para pelaku usaha dan kolaborasi yang sangat baik dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Prestasi ini adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Edi Umaedi.
Menuju 2027: Fokus Produktivitas dan Nilai Tambah
Forum yang mengusung tema “Penguatan Produktivitas, Nilai Tambah, dan Keberlanjutan Sektor Kelautan dan Perikanan” ini sekaligus menjadi pijakan awal perencanaan tahun 2027.
Baca Juga:Indramayu Siap Revitalisasi Tambak Non Produktif di 5 Kecamatan Jadi Lahan Perikanan ModernSektor Perikanan Kota Cirebon Pecahkan Rekor 2025, Lampaui Target hingga 155 Persen
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Indramayu untuk terus menggali isu strategis, mulai dari modernisasi alat tangkap hingga hilirisasi produk perikanan agar memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar global.(*)
