1. Jika Darah Berhenti Sebelum 24 Jam
Jika darah berhenti dan Anda merasa sudah suci (tidak ada flek), Anda wajib segera mandi besar dan menjalankan puasa serta shalat.
Jika kemudian darah muncul lagi dan total akumulasinya mencapai 24 jam, maka puasa yang Anda lakukan di hari “bersih” tersebut dianggap tidak sah dan harus di-qadha.
2. Batas Maksimal 15 Hari
Jika darah terus keluar secara tidak teratur hingga melewati hari ke-15, maka sejak hari ke-16 darah tersebut dikategorikan sebagai Istihadhah (darah penyakit).
Baca Juga:Misi Safari Ramadan Santri Lirboyo di Kapetakan, Gus Hakim: Niatkan Ikhlas Dakwah ke Semua Lapisan MasyarakatStrategi Quick-Slow Release, Rahasia Duet Kurma-Alpukat agar Tubuh Tetap Khusyuk saat Puasa Ramadan 2026
Dalam kondisi ini, Anda wajib mandi, tetap shalat, dan tetap berpuasa Ramadan.
3. Aturan Qadha (Mengganti Ibadah)
– Puasa: Wajib diganti (qadha) di luar bulan Ramadhan sejumlah hari Anda mengalami haid.- Shalat: Tidak perlu diganti (qadha).
Pentingnya Ketelitian
Menghadapi siklus yang tidak teratur memerlukan ketelitian ekstra. Mencatat durasi keluarnya darah bukan sekadar urusan medis, melainkan bentuk kehati-hatian dalam menjaga kesucian ibadah. Jika ragu, selalu kembalikan pada hitungan akumulasi 24 jam dalam koridor 15 hari.(*)
