CIREBONINSIDER.COM – Pelaksanaan Safari Ramadan 1447 H oleh Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Pondok Pesantren Lirboyo di Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mencatatkan pencapaian signifikan.
Melalui agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar Minggu malam (28/02/2026), terungkap bahwa strategi adaptasi budaya menjadi kunci utama keberhasilan dakwah para santri.
Filosofi Hujan: Dakwah tanpa Pandang Golongan
Dzurriyah Masyayikh Ponpes Lirboyo, Gus HM Syarief Hakim An’im, menekankan pentingnya inklusivitas dalam berdakwah. Ia memberikan perumpamaan mendalam bahwa seorang dai harus mampu menjadi seperti “hujan”.
Baca Juga:Misi Safari Ramadan Santri Lirboyo di Kapetakan, Gus Hakim: Niatkan Ikhlas Dakwah ke Semua Lapisan MasyarakatIslah Lirboyo: Akhiri ‘Perang Dingin’ PBNU lewat Jangkar Spiritual Gus Baha
”Dakwah itu harus seperti hujan; ia jatuh di mana saja dan memberikan manfaat, baik di tanah yang subur maupun di tanah yang berbatu,” tegas Gus Hakim saat memberikan arahan di Musholla Roudlatul Athfal, Desa Dukuh pada Sabtu malam (28/2/2026).
Pesan ini menjadi fondasi bagi 45 titik delegasi di Kapetakan untuk bergerak tanpa memandang golongan, murni karena pengabdian kepada Allah SWT dan masyarakat.
Menembus Hambatan Komunikasi Melalui Anjangsana
Perjalanan dakwah para santri tidak selamanya mulus. Panitia pelaksana mengakui adanya tantangan awal berupa hambatan komunikasi yang dipicu perbedaan budaya dan kebiasaan lokal.
Namun, para santri merespons tantangan tersebut dengan metode Anjangsana—pendekatan personal dengan mengunjungi rumah tokoh masyarakat dan warga.
Strategi “mengikuti ritme warga” sebelum masuk ke materi pengajaran terbukti ampuh mencairkan kekakuan sosial yang sempat muncul di awal penugasan.
Data Keberhasilan: Efektivitas Program Capai 80%
Monitoring yang dilakukan oleh pengurus pusat LIM Lirboyo tidak hanya bersifat kualitatif, tetapi juga terukur secara kuantitatif.
Berdasarkan data evaluasi terbaru, antusiasme masyarakat Kapetakan dalam mengikuti program santri telah mencapai lebih dari 80%.
Berikut adalah sebaran keberhasilan program kerja delegasi di 45 titik dakwah:
Baca Juga:Hasil Pertemuan Lirboyo: Syuriyah dan Mustasyar PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 Digelar SesingkatnyaLaunching Greenhouse, LPBI MWC NU Kapetakan Bagikan 3.500 Bibit Cabai ke Warga
– Kultum Ramadan: Berjalan di 43 titik.- Imam Salat Fardu: Dipercaya di 41 titik.- Kuliah Subuh (Kulsub): Aktif di 40 titik.- TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an): Terlaksana di 38 titik.- Pengajian Kitab: Berlangsung di 30 titik.- Imam Salat Tarawih: Terisi di 28 titik.
Apresiasi Masyarakat dan Harapan Berkelanjutan
Kiai Ahmad Sanusi, tokoh masyarakat setempat, menyatakan bahwa kehadiran cicit muasis Lirboyo membawa ruh perjuangan Mbah Abdul Karim yang sangat dirindukan warga.
