CIREBONINSIDER.COM – Di tengah ambisi besar menjadikan Kawasan Rebana sebagai motor industri baru Jawa Barat, Kabupaten Kuningan justru mengambil peran anomali yang krusial.
Bukan mengejar cerobong asap, Kuningan dikukuhkan sebagai benteng konservasi dan pemasok oksigen utama bagi koridor ekonomi masa depan tersebut.
Komitmen strategis ini ditegaskan dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara tujuh kepala daerah dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga:Bukan Sekadar Bersih Masjid, Bupati Kuningan Janjikan Umrah bagi DKM Terbaik: Syaratnya IstiqamahPerombakan Besar Birokrasi Kuningan: 240 Pejabat Digeser, Bupati Dian Tekan Gas Pol Pelayanan Publik
Sentilan Ikonik Gubernur: Investasi Hijau di Atas Materi
Momen menarik terjadi saat Gubernur Dedi Mulyadi menyapa Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Dengan gaya retoris yang tajam, Gubernur menyoroti kekayaan alam Kuningan yang tak ternilai harganya dibanding angka statistik investasi semata.
“Saya tahu jumlah pohonnya lebih banyak daripada jumlah uangnya. Tapi lebih baik jumlah pohonnya lebih banyak. Nanti suatu saat, jumlah uang akan sama dengan jumlah pohon,” ujar Dedi Mulyadi, disambut tepuk tangan peserta forum.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa dalam pengembangan Kawasan Rebana, keseimbangan ekologi adalah harga mati.
Kuningan tidak diminta bersaing membangun pabrik beton, melainkan menjaga tegakan pohon dan ketersediaan air bagi enam daerah lainnya.
Benteng Konservasi di Antara Raksasa Industri
Sebagai bagian dari tujuh daerah penopang Rebana—bersama Cirebon, Majalengka, Subang, Indramayu, dan Sumedang—Kuningan memiliki fungsi spesifik sebagai buffer zone.
Saat Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati memacu arus logistik global di lahan industri seluas 43 ribu hektare, Kuningan berdiri sebagai penyeimbang suhu dan penyedia air baku.
Baca Juga:Kuningan 'Bersih-bersih' Langit, Kabel Optik Semrawut Masuk Tanah Pasca Lebaran 2026Arah Pembangunan Kuningan 2027: Antara Ambisi SDM Unggul dan Realitas Infrastruktur di Japara
Komitmen Bupati Dian Rachmat Yanuar:
– Perang Melawan Illegal Logging: Menjaga ketat kawasan hutan dari perambahan sesuai instruksi gubernur.
– Fondasi Keberlanjutan: Menjadikan Gunung Ciremai sebagai sumber kehidupan yang tidak boleh terganggu oleh masifnya industrialisasi.
– Ekonomi Hijau: Fokus pada pariwisata berkelanjutan, agroindustri, dan industri rendah emisi.
”Menjaga Ciremai dan kawasan hutan adalah tanggung jawab kami. Pembangunan boleh tumbuh, tetapi hutan dan sumber air harus tetap lestari. Itulah fondasi masa depan Kuningan dan Rebana,” tegas Bupati Dian.
