Sisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi Mulyadi

Sekda-Jabar-Herman-Suryatman
Sekda Jabar Herman Suryatman saat memberikan arahan di Forum Perangkat Daerah Gedung Sate Bandung terkait transformasi birokrasi 2026. Foto: Humas Pemprov Jabar

​CIREBONINSIDER.COM – Realisasi belanja daerah Provinsi Jawa Barat pada akhir tahun anggaran 2025 mencatatkan sejarah unik. Sisa kas daerah dilaporkan hanya menyentuh angka Rp500 ribu.

Angka fantastis ini diklaim bukan sebagai bentuk pemborosan, melainkan simbol efektivitas belanja pemerintah yang “agresif” dan terukur dalam memutar roda ekonomi rakyat.

​Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, saat membuka Forum Perangkat Daerah Setda Jabar di Gedung Sate, Bandung, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:Putus Rantai Tengkulak, Kopdes Merah Putih Jadi Penopang Utama Program Makan Bergizi GratisFKSM 2025: Kementerian Kebudayaan Sukses Ubah Gudang Pelabuhan Cirebon Jadi Ruang Seni Publik

Herman menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi periode 2025-2030, birokrasi Jabar tidak lagi berjalan secara autopilot.

​Ekonomi Jabar Tumbuh 5,85 Persen: Melampaui Nasional

​Herman memaparkan data aktual bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV 2025 mencapai 5,85% (YoY).

Angka ini secara signifikan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang bertengger di angka 5,39%.

​”Ini bukti bahwa belanja pemerintah kita agresif dan terukur. Capaian ini adalah hasil orkestrasi seluruh perangkat daerah, bukan kebetulan,” ujar Herman dengan nada optimis.

​Tingginya serapan anggaran ini berbanding lurus dengan kepuasan publik. Mengutip survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Dedi Mulyadi menyentuh 95,5%, sementara indeks kinerja birokrasi naik ke level 72,91%.

​PR Besar: Memangkas Pengangguran dan Kemiskinan

​Meski rapor ekonomi menunjukkan warna “hijau”, Herman memberikan catatan kritis bagi seluruh ASN. Ia menyoroti tantangan riil di lapangan, yakni angka pengangguran dan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

​Berdasarkan data BPS November 2025:- ​Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 6,66%- ​Tingkat Kemiskinan: 6,78%

Baca Juga:KKN Mahasiswa PJJ PAI UIN SSC Beri Warna Baru, Latih Siswa SDN Pekalangan Pemanfaatan CanvaDari Pekan Sastra Cirebon 2025, Dorong Ruang Kreatif Tumbuh

​”Capaian makro harus bermuara pada kesejahteraan. Target kita jelas: penurunan angka pengangguran dan kemiskinan minimal 0,5 hingga 1 persen setiap tahun melalui transformasi SDM,” tegasnya.

​Legislatif Dorong Kebijakan Transformatif

​Senada dengan Sekda, Anggota Komisi I DPRD Jabar, Sugianto Nangolah, menekankan pentingnya akselerasi kebijakan yang inovatif.

Menurutnya, reformasi birokrasi harus membuat aparatur lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

​”Sinergi perencanaan adalah kunci. Setiap program harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan berbasis data agar berdampak langsung pada dompet masyarakat,” tutup Sugianto.(*)

0 Komentar