Satu Kartu Penghapus 99 Gulungan Dosa, Rahasia 'Plot Twist' di Hari Timbangan

Ilustrasi-Mizan-Timbangan-Amal
Ilustrasi timbangan amal (Mizan) di hari kiamat dengan cahaya kalimat tauhid yang memberatkan timbangan kebaikan. Foto: AI

CIREBONINSIDER.COM – Memasuki fase pengampunan di bulan Ramadan 2026, setiap Muslim diingatkan kembali pada sebuah hakikat: seberapa besar pun dosa, rahmat Allah selalu punya jalan untuk menang.

Dalam khazanah Islam, terdapat satu peristiwa “plot twist” teologis yang terekam dalam Hadis Bithaqah (Hadis Kartu).

​Ini adalah kisah tentang seorang hamba yang membawa “catatan hitam” sejauh mata memandang, namun selamat berkat satu kalimat yang sering kita sepelekan.

Baca Juga:Bolehkah Ahli Waris Meng-Qadha Shalat untuk Orang Meninggal? Simak Hukumnya Merujuk Kitab Fathul Mu’in33 Tahun Belajar Hanya Dapat 8 Pelajaran? Rahasia "Kurikulum Hidup" Hatim Al-Asham yang Getarkan Hati

​99 Gulungan Dosa yang Tak Berujung

​Bayangkan sebuah pengadilan di mana 99 buku besar catatan dosa dibuka.

Rasulullah SAW mengisahkan melalui sahabat Abdullah ibn ‘Amr ibn al-’Ash (HR. At-Tirmidzi & Ibnu Majah), bahwa setiap gulungan dosa tersebut panjangnya sejauh pandangan mata.

​Di hadapan seluruh makhluk, Allah bertanya kepada lelaki pemilik dosa tersebut: “Apakah engkau mengingkari catatan ini? Apakah para malaikat pencatat-Ku telah menzalimimu?”

​Lelaki itu tertunduk lesu, menjawab pasrah, “Tidak, wahai Tuhanku.” Ia telah bersiap untuk kebinasaan, karena secara logika, tidak ada amal yang sanggup menandingi tumpukan dosa setinggi gunung tersebut.

​Keajaiban ‘Bithaqah’: Saat Logika Manusia Patah

​Namun, di saat harapan seolah pupus, Allah berfirman: “Hari ini tidak ada kezaliman bagimu. Sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi Kami.”

​Muncullah sebuah Bithaqah—kartu kecil—yang di dalamnya tertulis kalimat syahadat:

​أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

(Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya)

Baca Juga:Investasi Langka Ramadan 2026: Mengapa Melewatkan Tarawih Kerugian Spiritual Terbesar?Bukan Sekadar Begadang, Gus Baha Bongkar 5 'Maintenance' Ruhani Gapai Lailatul Qadar

​Si hamba sempat bertanya penuh heran, “Ya Tuhanku, apa artinya kartu kecil ini dibandingkan dengan tumpukan catatan dosa sebanyak ini?”

​Mizan: Ketika Nama Allah Tak Terkalahkan

​Proses penimbangan (Mizan) pun dimulai secara terbuka. Sesuai janji Allah, keadilan ditegakkan. 99 gulungan dosa diletakkan di satu sisi timbangan, dan kartu kecil tadi di sisi lainnya.

​Hasilnya? Gulungan-gulungan dosa itu terangkat ringan, sementara kartu kecil tersebut memberat jatuh ke bawah. Rasulullah SAW menegaskan: “Tidak ada yang dapat mengalahkan beratnya asma Allah.”

​Kisah ini bukan sekadar dongeng masa lalu, melainkan pengingat kritis di Ramadan 2026 bahwa kualitas iman (Tauhid) jauh lebih berharga daripada kuantitas rutinitas tanpa makna.

0 Komentar