33 Tahun Belajar Hanya Dapat 8 Pelajaran? Rahasia "Kurikulum Hidup" Hatim Al-Asham yang Getarkan Hati

Syaqiq-Al-Balkhi-dan-Hatim-Al-Asham
Ilustrasi percakapan mendalam antara guru dan murid (Syaqiq Al-Balkhi dan Hatim Al-Asham) mengenai kitab Ihya Ulumiddin dalam suasana religius yang tenang. Foto: AI

Dengan meyakini ketetapan ini, ia membuang sifat hasad dan hidup tenang tanpa perlu merasa tersaingi oleh pencapaian orang lain.

​6. Fokus pada Musuh yang Nyata

​Alih-alih memusuhi sesama manusia yang sering kali berujung pada konflik horizontal, Hatim memilih memusuhi setan.

Sesuai Surat Fathir ayat 6, ia mengalihkan seluruh energinya untuk waspada terhadap godaan setan dan berhenti menyimpan dendam kepada sesama.

Baca Juga:Bolehkah Ahli Waris Meng-Qadha Shalat untuk Orang Meninggal? Simak Hukumnya Merujuk Kitab Fathul Mu’inBongkar Dalil "Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah", Benarkah Ramadan 2026 Waktunya Rebahan?

​7. Keluar dari Jebakan “Hustle Culture”

​Banyak orang menghalalkan segala cara demi mengejar materi hingga menjatuhkan harga diri. Hatim memegang teguh Surat Hud ayat 6:

“Tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya.” Ia bekerja secukupnya, lalu menyibukkan diri dengan ibadah, yakin bahwa jaminan Tuhan tidak akan pernah meleset.

​8. Tawakal: Sandaran yang Tak Pernah Rubuh

​Pelajaran terakhir adalah tentang ketergantungan. Di saat orang lain bersandar pada koneksi, jabatan, atau sesama makhluk, Hatim memilih bersandar pada Surat At-Thalaq ayat 3.

Ia menyerahkan seluruh nasibnya kepada Allah, karena hanya Dia yang Maha Mencukupi.

​Refleksi untuk Ramadan 2026

​Kisah yang dikutip oleh Sayyid Bakri dalam Kifayatul Atqiya ini memberikan pesan tajam: Ilmu bukan tentang tumpukan literasi, melainkan tentang transformasi hati.

​Di bulan suci ini, delapan prinsip Hatim Al-Asham mengajak kita untuk melakukan digital detox dan spiritual reboot.

Apakah kita masih mengejar sesuatu yang akan meninggalkan kita di pintu kubur, atau sudah mulai membangun “kekasih” abadi dalam bentuk amal saleh?​Wallahu a’lam.(*)

0 Komentar