CIREBONINSIDER.COM – Bayangkan sebuah padang luas tanpa batas, di mana miliaran manusia berkumpul dalam keadaan “telanjang” tanpa topeng duniawi. Itulah Padang Mahsyar.
Dalam literatur Islam, momen ini bukan sekadar pengadilan massal, melainkan fase di mana jati diri asli manusia ditampakkan melalui transformasi fisik yang mencerminkan perilaku mereka selama di dunia.
Merujuk pada kitab Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr karya Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad, Mahsyar adalah tempat keadilan absolut. Rasulullah ﷺ dalam riwayat Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anh, secara spesifik menggambarkan 10 golongan pelaku maksiat yang dibangkitkan dengan rupa mengerikan sebagai bentuk “kartu identitas” dosa mereka.
Baca Juga:Misteri Lailatul Qadar: 4 Alasan Logis Imam Ar-Razi Mengapa Allah Merahasiakan Waktunya7 Rahasia Cinta Pertama Rasulullah pada Khadijah yang Menggetarkan Langit
Berikut adalah bedah tuntas 10 rupa manusia di Padang Mahsyar yang menjadi alarm keras bagi kita di Ramadan 2026 ini:
1. Wajah Monyet: Sang Spesialis Fitnah
Golongan pertama diserupakan dengan monyet (Al-Qiradah). Mereka adalah orang-orang yang semasa hidupnya hobi menyebar fitnah (Namimah) dan mengadu domba antarmanusia.
Wajah mereka menjadi cerminan dari sifat licik dan perusak harmoni sosial.
2. Wajah Babi: Penjarah Harta Haram
Mereka yang gemar memakan harta haram, hasil korupsi, pungli, hingga merampas hak orang lain (Ahlus Suht) akan dibangkitkan dengan rupa babi. Ini adalah simbol dari kerakusan yang tidak mengenal batas halal-haram.
3. Tubuh Terbalik: Budak Riba
Pemandangan mengerikan menimpa kaum pemakan riba. Mereka dibangkitkan dengan posisi kaki di atas dan wajah diseret di tanah.
Sebuah metafora visual betapa mereka telah menjungkirbalikkan keadilan ekonomi demi keuntungan pribadi.
4. Buta & Tersungkur: Pemimpin Zalim
Kekuasaan adalah amanah, namun bagi mereka yang bertindak zalim atau curang dalam hukum (Al-Jaur fil Hukm), Allah mencabut penglihatan mereka.
Baca Juga:33 Tahun Belajar Hanya Dapat 8 Pelajaran? Rahasia "Kurikulum Hidup" Hatim Al-Asham yang Getarkan HatiBolehkah Ahli Waris Meng-Qadha Shalat untuk Orang Meninggal? Simak Hukumnya Merujuk Kitab Fathul Mu’in
Mereka berjalan dalam kegelapan abadi sebagai balasan atas “kebutaan” nurani saat menjabat.
5. Bisu & Tuli: Si Pemuja Amal (Ujub)
Ironisnya, ada golongan yang tampak saleh namun dibangkitkan bisu, tuli, dan tak berakal.
Mereka adalah orang yang tertipu oleh amalnya sendiri (Ujub), merasa paling suci, dan menutup telinga dari kebenaran serta nasihat orang lain.
