3. Kesehatan Jantung & Imun: Kandungan fitosterol, karotenoid (lutein), serta vitamin E dan K mendukung regulasi inflamasi dan sistem pertahanan tubuh.
4. Efek Kenyang Lebih Lama: Kombinasi serat tinggi dan lemak baik membantu menekan hormon lapar (ghrelin).
Catatan Kritis: Waspada Efek ‘Overload’ saat Sahur
Meski alpukat memiliki segudang manfaat, Khoirul Anwar memberikan peringatan penting terkait pola konsumsi saat sahur.
Baca Juga:Dari Safari Ramadan: Bupati Cirebon Tetapkan Pabedilan Kawasan Industri Strategis, Tekan PengangguranInvestasi Langka Ramadan 2026: Mengapa Melewatkan Tarawih Kerugian Spiritual Terbesar?
Mengonsumsi alpukat secara berlebihan tanpa dibarengi karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau gandum) dan protein dapat memberikan beban kerja berlebih pada pencernaan.
Tanpa keseimbangan, metabolisme lemak yang intens justru dapat memicu tubuh kehilangan cairan lebih cepat.
– Panduan Optimal Berbuka ala Pakar:Tahap Transisi: Awali dengan 3 butir kurma dan air putih hangat untuk “membangunkan” sistem metabolisme secara perlahan.
– Tahap Stabilisasi: Konsumsi alpukat (tanpa tambahan gula atau kental manis) setelah salat Maghrib. Ini akan menjaga fokus Anda saat menjalankan ibadah malam.
– Prinsip Moderasi: Kunci utama tetap pada keseimbangan porsi yang disesuaikan dengan kebutuhan energi individu.(*)
