Strategi Quick-Slow Release, Rahasia Duet Kurma-Alpukat agar Tubuh Tetap Khusyuk saat Puasa Ramadan 2026

Kombinasi-Kurma-Alpukat-agar-Puasa-Ramadan-Khusyuk
Visualisasi gizi sehat Ramadhan: Kurma dan irisan alpukat segar di atas piring kayu, simbol kombinasi energi cepat dan stabil untuk berbuka puasa. Foto: AI

CIREBONINSIDER.COM – Ritual berbuka puasa di Indonesia seringkali terjebak dalam “perangkap” gorengan dan asupan gula berlebih. Padahal, kejutan minyak dan pemanis buatan justru berisiko memicu kantuk hebat dan tubuh lemas akibat lonjakan gula darah yang tidak stabil.

​Menyikapi fenomena tahunan ini, Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI), Khoirul Anwar, memberikan perspektif kritis mengenai pentingnya manajemen nutrisi melalui kombinasi dua superfood fungsional: kurma dan alpukat.

Dengan mengonsumsi paduan nutrisi superfood berupa kurma dan alpukat diharapkan bisa lebih khusyuk menjalakan ibadah puasa Ramadan 2026.

Baca Juga:Dari Safari Ramadan: Bupati Cirebon Tetapkan Pabedilan Kawasan Industri Strategis, Tekan PengangguranInvestasi Langka Ramadan 2026: Mengapa Melewatkan Tarawih Kerugian Spiritual Terbesar?

​Kurma: Sang Penyelamat Energi Instan (The Sprinter)

​Secara biologis, saat azan Maghrib berkumandang, otak dan sistem saraf membutuhkan asupan glukosa segera. Kurma (Phoenix dactylifera) hadir sebagai solusi Quick Release yang efisien.

– ​Pemulihan Cepat: Karbohidrat sederhana berupa glukosa dan fruktosa di dalamnya sangat mudah diserap, efektif memulihkan kadar gula darah dalam hitungan menit.

– ​Keseimbangan Elektrolit: Kandungan kalium dan magnesium yang tinggi berfungsi mencegah gangguan irama jantung dan pusing akibat dehidrasi ringan selama 13 jam berpuasa.

– ​Proteksi Seluler: Kaya akan senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, melindungi tubuh dari stres oksidatif selama Ramadan.

– ​Ramah Pencernaan: Teksturnya yang lunak sangat “sopan” bagi lambung yang dalam kondisi kosong, sehingga tidak memicu kontraksi berlebih.

Alpukat: Bahan Bakar Jangka Panjang (The Marathoner) ​

Jika kurma adalah pelari cepat, maka Alpukat (Persea americana) adalah pelari maraton. Menurut Khoirul, kandungan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids) pada alpukat bekerja dengan mekanisme Slow Release.

​”Kurma efektif untuk pemulihan energi cepat, sedangkan alpukat membantu menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa lapar muncul terlalu cepat,” ujar Khoirul yang juga menjabat sebagai Kaprodi Gizi Universitas Sahid kepada media (21/2/2026).

Baca Juga:Bongkar Dalil "Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah", Benarkah Ramadan 2026 Waktunya Rebahan?Strategi "Amankan Piring" Warga Indramayu: Wabup Syaefudin Mitigasi Efek Program Makan Bergizi Jelang Ramadan

​Keunggulan Nutrisi Alpukat bagi Orang Berpuasa:

1. Stabilitas Energi: Lemak sehat dicerna lebih lambat, menyediakan aliran tenaga yang konsisten hingga waktu Tarawih.

2. Penyerapan Vitamin: Lemak alpukat membantu tubuh menyerap vitamin larut lemak (A, D, E, K) dari makanan lain secara lebih optimal.

0 Komentar