CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan langkah taktis dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Halaman Kantor Balai Desa Plumbon, Kamis (19/2/2026), pemerintah resmi menerapkan strategi “potong rantai” distribusi untuk menekan harga di tingkat konsumen.
​Solusi Konkret Lawan Inflasi di Tingkat Desa
​Kehadiran Kepala Dinas DKPP Indramayu, Drs. H. Sugeng Heryanto, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mempertegas bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial. GPM menjadi instrumen kritis untuk mengintervensi pasar saat harga kebutuhan pokok mulai fluktuatif.
Baca Juga:Kejari Kabupaten Cirebon Turut Serta Kendalikan Inflasi Daerah lewat Bazar Sembako MurahJelang Ramadan, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Grebek Pasar: Soroti Kenaikan Harga Cabai yang Mulai ‘Pedas’
​”Gerakan Pangan Murah ini adalah aksi nyata pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kami memotong rantai distribusi yang panjang agar petani mendapatkan harga layak dan konsumen mendapatkan harga yang jauh lebih murah,” ujar Sugeng Heryanto dengan optimis di lokasi kegiatan.
​Data Penjualan: Beras Premium Jadi Primadona Utama
​Tingginya antusiasme warga terlihat jelas dari angka penjualan yang fantastis. Dari total stok sebanyak 5.100 kilogram yang disediakan, sebanyak 3.145 kilogram komoditas pangan langsung terserap pasar dalam waktu singkat.
​Catatan penjualan menunjukkan tren yang signifikan: Beras premium sebanyak 1.000 kilogram habis terjual (sold out), disusul oleh tingginya permintaan pada minyak goreng, protein hewani seperti telur dan daging sapi, hingga aneka bumbu dapur yang terserap maksimal oleh warga sekitar.
​Sinergi Vendor Strategis dan Ketahanan Lokal
​Keberhasilan GPM Plumbon tak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai entitas besar dan kelompok tani lokal untuk menjamin kualitas serta kuantitas stok:
– ​Penyedia Utama: Perum BULOG dan PG Rajawali II memastikan ketersediaan stok skala besar.
– ​Sektor Petani Lokal: Gapoktan Srimakmur dan Kelompok Tani “Tani Sari III” menyuplai hasil bumi langsung dari sawah.
– ​Inovasi Distribusi: Koperasi Milenial Tangguh Sejahtera berperan aktif dalam manajemen penyaluran yang modern.
Baca Juga:Cabai Setan Tembus Rp100 Ribu! Bupati Cirebon Sidak Pasar Jelang Ramadan 1447 HLebih Aman Mudik! Dishub Indramayu "Sikat" Rambu Kusam di Pantura Jelang Ramadan 2026
​Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Ninin Nurwulan, menambahkan bahwa pengawalan rantai pasok ini akan terus dipantau secara berkala.
Tujuannya jelas: memastikan distribusi pangan bergizi tetap merata, terjangkau hingga ke pelosok wilayah Indramayu, serta menjaga indeks harga tetap stabil di bawah rata-rata nasional.(*)
