CIREBONINSIDER.COM – Lakpesdam NU Majalengka menggelar pelatihan psikososial untuk keluarga pekerja migran di Desa Maniis, Cingambul, Majalengka.
Tidak semua desa yang mendapatkan program pendampingan ini. Di Kabupaten Majalengka sendiri hanya tujuh desa yang mendapatkan pendampingan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).
Adapun ketujuh desa yang mendapatkan pendampingan PMI dari Lakpesdam NU yaitu meliputi Desa Pangkalanpari, Desa Maniis, Desa Margajaya, Desa Sukajadi, Desa Sinargalih, Desa Jagasari dan Desa Gunung manik.
Baca Juga:Akses Modal PMI Kini Satu Pintu: Dana KUR Rp331 Miliar Siap Cair Maret 2026 via P2MIPahlawan Kemanusiaan! Sugianto, PMI Asal Indramayu Raih Medali Kehormatan dari Presiden Korea Selatan
Sangat kompleksnya permasalahan pekerja migran Indonesia, menjadi pemicu Lakpesdam PBNU turut hadir dalam mencari solusi permasalahan yang ada.
Salah satu permasalahan yang dihadapi para pekerja migran Indonesia adalah keluarga yang ditinggalkan di rumah, seperti pola asuh anak yang ditinggalkan.
Dari sinilah awal gagasan Lakpesdam NU mengadakan pelatihan psikososial bagi keluarga pekerja migran Indonesia (PMI).
Kegiatan Pelatihan Psikososial untuk keluarga pekerja migran dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, di Aula Desa Maniis, Cingambul, Majalengka.
Kegiatan pelatihan psikososial ini dibiayai oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbei (GIZ) selaku pendonor kegiatan dari Jerman yang bekerja sama dengan Lakpesdam PBNU.
Abdul Kholiq selaku koordinator pendamping PMI di Majalengka menyampaikan dalam sambutanya, agar pelatihan yang dilaksanakan bisa diterapkan nantinya oleh keluarga PMI.
Lebih lanjut ia berharap kalau pendampingan secara psikologi melalui konselor sebaya juga nantinya diteruskan Tim satgas yang telah dibentuk di desa.
Baca Juga:'Pergi Migran, Pulang Juragan', Sinergi Pemerintah Perkuat Pemberdayaan Pekerja MigranPemerintah Luncurkan KUR Khusus Pekerja Migran, Solusi Tepat Atasi Jeratan Utang
“Saya berharap hasil program pelatihan ini bisa diterapkan di keluarga PMI, dan Tim Satgas yang telah dibentuk nantinya bisa mendampingi walau program pendampingan ini telah berakhir nantinya,” tutur Abdul Kholiq yang juga menjadi dosen di UNMA. (*)
