CIREBONINSIDER.COM – Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Cirebon tahun 2026 bukan sekadar seremoni religi.
Di balik sujud tarawih di Masjid Baeturrahmah, Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Senin (23/2/2026), Bupati Cirebon, Imron, membawa misi besar: transformasi ekonomi wilayah timur dan peringatan dini krisis iklim.
​Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Cirebon ini didampingi oleh Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman, Sekretaris Daerah Hendra Nirmala, serta jajaran Forkopimda.
Baca Juga:Cirebon Siaga KLB Campak! 16 Wilayah Gelar Imunisasi Massal, Cek LokasinyaSolusi Terangi Kota tanpa Beban APBD, Pemkot Cirebon Percepat Proyek PJU lewat Skema KPBU
Momentum ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan visi pembangunan langsung di hadapan masyarakat akar rumput.
​Pabedilan: Harapan Baru Ekonomi Cirebon Timur
​Fokus utama yang ditegaskan Bupati Imron adalah penetapan Kecamatan Pabedilan sebagai kawasan industri strategis.
Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk memutus rantai pengangguran dan kemiskinan di wilayah Cirebon Timur.
​“Kesuksesan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah dan dukungan penuh masyarakat sebagai satu kesatuan,” ujar Imron di hadapan jamaah.
​Melalui Tim Percepatan Investasi, Pemkab Cirebon kini tengah mempermudah masuknya investor. Targetnya jelas: menciptakan lapangan kerja baru yang masif dan menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.
​Warning Krisis Iklim: ‘Allah Tidak Menyukai Perusak Alam’
​Selain urusan perut (ekonomi), Imron memberikan sorotan tajam pada fenomena perubahan iklim global yang kini memicu bencana banjir di berbagai belahan dunia.
Ia mengajak warga Desa Kalibuntu untuk melakukan “ikhtiar ekologis” mulai dari lingkungan terkecil.
Baca Juga:Jelang Ramadan, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Grebek Pasar: Soroti Kenaikan Harga Cabai yang Mulai ‘Pedas’Bupati Cirebon Dobrak Tradisi Administrasi, Fokus ke Swasembada Energi dan Sekolah Rakyat di 2026
​Masyarakat diminta meningkatkan kedisiplinan dalam mengelola sampah rumah tangga dan berhenti membuang sampah sembarangan yang menjadi pemicu utama kerusakan lingkungan.
​“Mari kita bersama-sama menjaga alam dan kebersihannya. Allah sendiri tidak menyukai orang-orang yang merusak alam,” tegas Imron dengan nada persuasif.
​Sinergi Lintas Sektor
​Kegiatan yang diakhiri dengan buka puasa dan salat tarawih berjamaah ini menunjukkan soliditas birokrasi Kabupaten Cirebon.
Kehadiran seluruh kepala perangkat daerah memberikan sinyal bahwa program pembangunan—baik fisik maupun investasi—akan dikawal secara ketat.
​Safari Ramadan kali ini membuktikan bahwa masjid dapat menjadi ruang dialektika yang produktif, menyatukan pesan spiritual dengan edukasi kebijakan publik demi Cirebon yang lebih sejahtera dan tangguh bencana.(*)
