Misteri Lailatul Qadar: 4 Alasan Logis Imam Ar-Razi Mengapa Allah Merahasiakan Waktunya

Ilustrasi-Iktifaf
Suasana khusyuk umat Islam beriktikaf di masjid pada 10 malam terakhir Ramadhan 2026 mencari Lailatul Qadar. Foto: Pixabay

Ar-Razi menegaskan bahwa lelahnya proses pencarian itu sendiri sudah dicatat sebagai pahala tersendiri, terlepas dari apakah seseorang secara fisik “merasakan” tanda-tandanya atau tidak.

​4. Pembuktian Kualitas Manusia di Hadapan Malaikat

​Alasan terakhir ini berkaitan dengan dialog kosmis saat penciptaan Nabi Adam AS. Kala itu, malaikat sempat menyangsikan manusia yang dianggap hanya akan merusak bumi.

​Di malam-malam yang “abu-abu” inilah, Allah menunjukkan kebanggaan-Nya. Allah memperlihatkan kepada malaikat bahwa meski manusia tidak tahu kapan Lailatul Qadar tiba, mereka tetap terjaga dalam sujud dan air mata.

Baca Juga:Bukan Sekadar Begadang, Gus Baha Bongkar 5 'Maintenance' Ruhani Gapai Lailatul QadarInvestasi Langka Ramadan 2026: Mengapa Melewatkan Tarawih Kerugian Spiritual Terbesar?

​”Kalian bilang mereka hanya merusak? Lihatlah mereka yang berjaga di malam yang tak pasti ini demi mencari rida-Ku,” demikian esensi kebanggaan Allah sebagaimana diuraikan dalam tafsir Ar-Razi.

​Refleksi Ramadan 2026

​Kerahasiaan Lailatul Qadar bukanlah sebuah hambatan, melainkan undangan terbuka bagi setiap Muslim untuk membuktikan cinta tanpa syarat.

Dengan tidak adanya kepastian tanggal, setiap detik di 10 malam terakhir menjadi peluang emas yang setara untuk mengetuk pintu langit.(*)

0 Komentar