CIREBONINSIDER.COM – Memasuki fase krusial 10 malam terakhir Ramadan 2026, perbincangan mengenai Lailatul Qadar kembali menghangat.
Malam yang disebut Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan ini tetap menjadi “misteri agung” yang tidak pernah diungkap tanggal pastinya oleh Allah SWT.
​Namun, di balik teka-teki waktu tersebut, tersimpan strategi Ilahi yang mendalam. Tokoh tafsir legendaris, Imam Fakhruddin Ar-Razi, dalam kitab monumental Mafatih al-Ghaib, membedah empat alasan logis mengapa Lailatul Qadar dirahasiakan.
Baca Juga:Bukan Sekadar Begadang, Gus Baha Bongkar 5 'Maintenance' Ruhani Gapai Lailatul QadarInvestasi Langka Ramadan 2026: Mengapa Melewatkan Tarawih Kerugian Spiritual Terbesar?
Bukan untuk mempersulit umat, melainkan sebagai bentuk kasih sayang Tuhan yang paling murni. ​Berikut adalah ulasan kritis mengenai rahasia di balik misteri malam kemuliaan tersebut:
​1. Membangun Konsistensi Ibadah (Continuous Devotion)
​Allah SWT memiliki pola unik dalam mendidik hamba-Nya: menyembunyikan “keridaan” di dalam setiap ketaatan agar manusia tidak menjadi hamba yang oportunis.
​Imam Ar-Razi menjelaskan, jika waktu Lailatul Qadar diumumkan secara terbuka, umat Islam cenderung hanya akan beribadah totalitas pada malam itu saja dan mengabaikan malam lainnya.
Dengan merahasiakannya, Allah memotivasi hamba-Nya untuk menjaga ritme spiritualitas selama satu bulan penuh.
​“Sama seperti Allah merahasiakan para Wali-Nya di antara manusia agar kita saling menghormati, atau merahasiakan waktu kematian agar kita selalu mawas diri,” tulis Ar-Razi.
​2. Proteksi Ilahi dari Konsekuensi Dosa Fatal
​Inilah argumen Ar-Razi yang paling humanis. Beliau menyebut bahwa kerahasiaan ini adalah bentuk pencegahan agar manusia tidak terjerumus dalam kehinaan yang dalam.
​Bayangkan jika seseorang tahu pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, namun ia tetap memilih bermaksiat di malam itu. Maka, nilai dosanya akan berlipat ganda karena dilakukan dengan kesadaran penuh di tengah turunnya kemuliaan.
Baca Juga:Bongkar Dalil "Tidurnya Orang Berpuasa Ibadah", Benarkah Ramadan 2026 Waktunya Rebahan?Menakar Kelulusan Spiritual: 5 Indikator Pelajar Sukses Pasca Ramadan 2026 Merujuk Kitab Kuning
Allah sengaja menutup informasi waktu tersebut agar jika manusia khilaf, dampaknya tidak sefatal jika mereka mengetahuinya. Ini adalah manifestasi nyata dari sifat Ar-Rahman.
​3. Nilai ‘Ijtihad’ dan Kesungguhan Mencari
​Dalam dunia spiritual, proses seringkali lebih dihargai daripada hasil. Allah ingin melihat hambanya bersungguh-sungguh (ber-ijtihad) dalam mencari keberkahan.
​Ibarat mencari harta karun tanpa peta yang presisi, rasa penasaran dan harapan itulah yang membuat ibadah menjadi lebih tulus.
