Kementan Percepat Hilirisasi Peternakan, Amankan Stok Makan Bergizi Gratis dan Genjot Ekspor

Ternak-Ayam-Petelur
Peternak ayam petelur lokal mengumpulkan telur ayam ras berkualitas untuk distribusi program Makan Bergizi Gratis. Foto Kementan RI

CIREBONINSIDER.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat subsektor peternakan sebagai pilar utama kemandirian pangan nasional.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang berkelanjutan, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak rakyat di tengah tantangan ketergantungan impor.

​Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nuryani Zainudin, menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang sehat.

Baca Juga:Jawa Barat Siaga PMK: Kementan Guyur 151 Ribu Vaksin, Ini Strategi Amankan Ternak!Waspada Cuaca 2026: Strategi Kementan Perkuat Benteng Asuransi Tani demi Amankan Stok Padi Nasional

“Tugas utama kami adalah memastikan protein hewani memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) di seluruh rantai pasok,” ujarnya dalam forum diskusi daring, Rabu (18/2/2026).

​Surplus Unggas: Amunisi Program Makan Bergizi Gratis

​Indonesia saat ini mencatatkan performa impresif pada komoditas perunggasan. Data terbaru menunjukkan surplus daging ayam ras mencapai 0,12 juta ton dan telur ayam ras sebesar 0,17 juta ton.

​Surplus ini tidak akan dibiarkan menguap begitu saja. Pemerintah mengarahkan kelebihan produksi ini untuk dua jalur utama:

– ​Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Menjadi penyerap utama produksi peternak lokal.

– ​Ekspor & Hilirisasi: Meningkatkan nilai tambah produk agar kompetitif di pasar internasional.

​”Surplus harus dikelola. Hilirisasi ayam terintegrasi kami dorong untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak,” tambah Nuryani.

Tercatat, enam lokasi hilirisasi strategis telah melakukan groundbreaking pada awal Februari lalu.

Baca Juga:Kementan Bongkar Bukti Kebohongan Indah Megahwati: Klaim Sakit Palsu di Tengah Pusaran Korupsi Rp27 MiliarMitigasi Banjir dan Perubahan Iklim, Kementan Racik Strategi Tanam Cerdas demi Swasembada Padi

​Solusi Defisit: Inpres P2SDN dan Kredit Bunga 3%

​Untuk menjawab tantangan defisit daging sapi dan susu, pemerintah menyiapkan “senjata” baru melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang kini memasuki tahap finalisasi.

​Guna memacu populasi ternak, peternak rakyat kini bisa mengakses modal murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga hanya 3 persen.

Langkah ini didukung dengan penyediaan lahan dan penguatan investasi melalui kolaborasi antara BUMN, koperasi, dan pihak swasta.

​Benteng Pertahanan: 4 Juta Dosis Vaksin PMK

​Di sisi hulu, aspek kesehatan hewan menjadi prioritas untuk melindungi aset peternak. Kementan mengalokasikan 4 juta dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang didistribusikan ke tiga zona risiko utama.

​Ketua Pinsar Jawa Barat, Joko Trianto Nugroho, menyambut baik langkah ini. Ia menilai program MBG dan hilirisasi adalah penyelamat harga di tingkat peternak.

0 Komentar