CIREBONINSIDER.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan pernyataan menohok dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Garut (Milangkala) ke-213.
Di hadapan jajaran legislatif dan eksekutif, KDM menegaskan bahwa masa depan ekonomi Garut bukan terletak pada pengerukan hasil bumi, melainkan pada kemolekan alamnya.
​Dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Rabu (18/2/2026), pria yang akrab disapa KDM ini menyoroti tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”.
Baca Juga:Terima Hibah Aset Koruptor Rp23,3 Miliar, KDM Sentil Pejabat Soal 'Korupsi Kultural'Anggaran Beasiswa Swasta Jabar 2026 Belum Muncul? KDM: Tenang, Ada Pergeseran Dana Rp218 Miliar!
Ia menilai tema tersebut harus menjadi momentum bagi Garut untuk “putar haluan” menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.
​Pariwisata vs Tambang: Mana yang Lebih Menguntungkan?
​KDM membedah komparasi ekonomi yang krusial. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki potensi pajak langsung yang jauh lebih sehat bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan sektor pertambangan yang cenderung destruktif.
​”Sektor pariwisata bisa memberikan PAD yang besar, bahkan melampaui sektor pertambangan. Keunggulannya jelas: pariwisata tidak merusak alam, sementara tambang meninggalkan luka pada lingkungan,” tegas KDM.
​Tiga ‘PR’ Besar untuk Pemkab Garut
​Meski kaya potensi, KDM mencatat beberapa titik lemah yang membuat pariwisata Garut masih tertinggal. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan standarisasi pada tiga aspek:
– ​Rebranding & Infrastruktur: Memperkuat identitas wisata Garut agar memiliki daya tawar di level internasional.
– ​Kualitas Pelayanan: Penataan warung dan rumah makan di kawasan wisata agar lebih estetik, bersih, dan memiliki ciri khas lokal.
– ​Kenyamanan Pengunjung: Menghilangkan kesan kumuh di titik-titik strategis wisata.
​Darurat Tata Ruang: Lindungi Lereng dan Lembah
​Sebagai langkah konkret, Gubernur Jabar ini menyarankan perlunya evaluasi total terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Garut. Ia ingin ada batasan tegas antara zona hortikultura, pertanian, dan pariwisata.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Perang Lawan Pungli Wisata: Jangan Kasih Uang ke Tukang Parkir Pembohong!Nasib Pasien Kronis Jabar Terjamin, Dedi Mulyadi Ambil Alih Iuran BPJS Warga yang Terlempar dari PBI Kemensos
​”Kita harus memproteksi gunung, lembah, dan lereng agar tetap lestari. Jangan sampai pembangunan serampangan merusak ekosistem. Pariwisata yang hebat adalah pariwisata yang menjaga alam, bukan yang mengeksploitasinya,” pungkas KDM.(*)
