​CIREBONINSIDER.COM – Wajah Kota Cirebon dipastikan segera bersolek. Mengawali momentum Ramadan 2026, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, terjun langsung memimpin penataan kabel telekomunikasi yang selama ini mengganggu estetika dan keamanan warga.
Langkah ini menjadi titik awal transformasi infrastruktur kota menuju sistem bawah tanah (ducting).
​Didampingi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) serta perwakilan operator, Effendi Edo menegaskan bahwa keselamatan warga dan keindahan tata ruang adalah prioritas non-negosiasi.
Baca Juga:Kuningan 'Bersih-bersih' Langit, Kabel Optik Semrawut Masuk Tanah Pasca Lebaran 2026Atasi Kabel Semrawut, DPRD Indramayu Desak Kemenkomdigi Standarisasi Infrastruktur ‘Kampung Internet’
​Target Ambisius: 1 Kilometer Per Hari
​Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menetapkan standar kerja yang ketat untuk menertibkan instalasi kabel yang tak beraturan.
Dalam peninjauan pada Kamis (19/2/2026), Wali Kota memaparkan rencana kerja yang terstruktur:
– ​Produktivitas: Target perapihan mencapai 1 hingga 1,5 kilometer per hari kerja.
– ​Skala Prioritas: Tahap awal menyasar 9 ruas jalan utama di jantung kota.
– ​Total Jangkauan: Estimasi panjang kabel yang ditata mencapai 15 kilometer.
​”Bertepatan dengan awal puasa, ini menjadi momentum awal perapihan kabel di Kota Cirebon. Pelaksanaan akan kami efektifkan setiap hari Kamis, mulai pagi hingga siang hari,” ujar Effendi Edo.
​Transisi ke Sistem Ducting Bawah Tanah
​Berbeda dengan penertiban konvensional, Pemkot Cirebon telah menyiapkan strategi jangka panjang. Fokus saat ini adalah merapikan kabel yang menjuntai di atas permukaan, sembari menyiapkan infrastruktur ducting (jalur bawah tanah).
​Wali Kota menjamin proses migrasi ini tidak akan mengganggu layanan internet masyarakat. Belajar dari keberhasilan Kota Bandung dan Kota Bogor, pemotongan kabel hanya dilakukan jika jalur bawah tanah sudah siap 100%.
​”Kami sudah studi banding. Alhamdulillah, di daerah lain tidak ada keluhan gangguan jaringan. Jadi, warga tidak perlu khawatir internet rumah mati saat proses pemindahan nanti,” tegasnya.
Baca Juga:Benahi 'Jaring Laba-Laba', Pemkot Cirebon Mulai Proyek Underground 15 KM Kabel UdaraLagi, Pemkab Cirebon Turun Menata Kabel Jaringan Telekomunikasi
​Kolaborasi 18 Operator dan Apjatel
​Langkah besar ini melibatkan sedikitnya 18 operator telekomunikasi yang beroperasi di wilayah Cirebon. Penataan teknis dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jawa Barat.
​Ketua Korwil Apjatel Jabar, Yudiana Arifin, menyebut agenda ini sebagai tindak lanjut konkret dari arahan Wali Kota untuk pengaturan jangka pendek.
​”Ini menjadi kewajiban seluruh operator. Kami mulai mengatur perapihan hari ini dan ke depan akan diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk relokasi kabel ke bawah tanah secara permanen,” jelas Yudiana.
