Pemabuk Jadi Ulama: Kisah Al-Qa’nabi, Preman yang 'Menodong' Hadits dengan Pedang

Ilustrasi-Kisah-Al-Qa\'nabi
Ilustrasi pria bersahaja bertemu pemuda berbaju merah mengacungkan pedang. Foto: pixabay

Pesan tentang rasa malu menembus benteng kesombongannya. Seketika, pedang di tangannya luruh ke tanah. Hatinya bergetar hebat.

​Tanpa sepatah kata, ia pulang, membuang seluruh simpanan khamarnya, dan membulatkan tekad untuk berhijrah.

Ia meninggalkan Bashrah menuju Madinah untuk berguru langsung pada Imam Malik bin Anas.

Baca Juga:7 Rahasia Cinta Pertama Rasulullah pada Khadijah yang Menggetarkan Langit5 Golongan Manusia yang Jasadnya Utuh di Liang Lahat, Keajaiban Iman Lampaui Hukum Biologi

​Ketekunannya membuahkan hasil luar biasa. Al-Qa’nabi bertransformasi menjadi salah satu murid paling khusyuk.

Bahkan, Imam Abi Hatim menyebutnya sebagai perawi kitab Al-Muwatta’ yang paling otentik dan suci riwayatnya.

​Hikmah untuk Ramadan 2026

​Kisah Al-Qa’nabi, yang diabadikan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab At-Tawwabin, memberi pesan kuat bagi kita di bulan suci ini: Masa lalu yang kelam bukanlah penghalang untuk meraih derajat mulia.

​Tuhan tidak melihat seberapa jauh kita jatuh, tapi seberapa jujur kita ingin kembali. Hanya butuh satu momen “rasa malu” di hadapan Sang Khalik untuk meruntuhkan gunung kemaksiatan yang telah bertahun-tahun dibangun. ​Waallahu A’lam. (*)

0 Komentar