Begadang Menunggu Sahur, Bolehkah Tahajud tanpa Tidur? Ini Hukum Fiqh dan Alternatif Ibadahnya

Shalat-Sunnah-Tahajud
Ilustrasi seorang pria sedang melaksanakan shalat sunnah di sepertiga malam Ramadhan 2026 dengan latar belakang cahaya lampu temaram untuk suasana ibadah yang khusyuk. Foto: Humas Kemenag RI

– ​Shalat Sunnah Mutlak: Shalat dua rakaat yang diniatkan semata-mata karena Allah (tanpa sebab khusus).

– ​Shalat Tasbih: Sangat dianjurkan dikerjakan minimal sekali seumur hidup untuk menggugurkan dosa.

– ​Shalat Hajat: Momen tepat untuk memohon hajat duniawi maupun ukhrawi di bulan penuh berkah.

– ​Shalat Witir: Jika Anda belum melaksanakannya setelah Tarawih.

Baca Juga:5 Golongan Manusia yang Jasadnya Utuh di Liang Lahat, Keajaiban Iman Lampaui Hukum Biologi7 Rahasia Cinta Pertama Rasulullah pada Khadijah yang Menggetarkan Langit

​Mana yang Lebih Afdhal?

​Secara administratif ibadah, shalat tanpa tidur tetap sah sebagai shalat sunnah malam, namun kehilangan “gelar” Tahajud.

Jika Anda mengejar keutamaan khusus Tahajud, cobalah untuk memejamkan mata 5–10 menit sebelum sahur.

Namun, jika khawatir tidak bangun sahur, mengisi malam dengan dzikir dan shalat sunnah lainnya jauh lebih baik daripada sekadar menunggu fajar tanpa aktivitas spiritual. ​Wallahu a’lam bish-shawab.(*)

0 Komentar