5. Diplomasi Langit: Mendapat Salam dari Allah SWT
Inilah ultimate reward bagi seorang hamba. Melalui Malaikat Jibril, Allah mengirimkan salam khusus untuk Khadijah.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zadul Ma’ad menyebutkan bahwa keistimewaan ini hampir tidak pernah ditemukan pada wanita lain di muka bumi. Khadijah dicintai di bumi, dikenal di langit.
6. Arsitektur Surga: Rumah Tanpa Kebisingan
Bagi Khadijah yang menghabiskan hidupnya dalam hiruk-pikuk perjuangan, Allah menjanjikan rumah di surga yang terbuat dari mutiara (qashab).
Hadits riwayat Bukhari-Muslim menjelaskan rumah ini sebagai tempat yang:
Baca Juga:Muhammad Abidin Jadi Ketua Tanfidziyah MWC NU Ligung Terpilih Masa Khidmat 2026-2031, Dampingi KH SuhayatIndonesia Harus Jadi Produsen Gagasan Islam Global, Menag Minta Sikap Prabowo soal Gaza Dikonseptualkan
– Tanpa kebisingan: Karena Khadijah tak pernah meninggikan suara di depan Nabi.
– Tanpa keletihan: Sebagai upah atas lelahnya ia menjadi pelindung dakwah Islam.
7. Pemimpin “Geng” Wanita Terbaik di Surga
Eksistensi Khadijah divalidasi langsung oleh lisan nubuwah sebagai satu dari empat wanita terbaik sepanjang masa.
Ia bersanding dengan Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir’aun, dan putrinya sendiri, Fatimah binti Muhammad.
Refleksi Ramadhan 2026: Mengapa Khadijah Relevan Sekarang?
Kisah Khadijah bukan sekadar nostalgia sejarah. Di era modern, ia adalah simbol kemandirian ekonomi yang dipadukan dengan kepatuhan spiritual. Ia mengajarkan bahwa kesuksesan finansial harus menjadi alat untuk mendukung kebenaran.
Bagi umat Muslim di Ramadhan 1447 H ini, meneladani Khadijah berarti belajar tentang ketulusan—bahwa pengorbanan yang dilakukan dalam sunyi, akan dibalas dengan salam dari langit yang abadi. Wallahu a’lam.(*)
