CIREBONINSIDER.COM – Di balik keteguhan dakwah Nabi Muhammad SAW, ada satu nama yang tak pernah pudar dari lisan dan hati beliau: Sayyidah Khadijah binti Khuwailid.
Di tengah kultur Arab Jahiliyah yang keras, Khadijah muncul bukan sekadar sebagai istri, melainkan pilar ekonomi, mental, dan spiritual sang Nabi.
Cinta Rasulullah kepadanya begitu sakral. Lantas, apa yang membuat sosok ini begitu istimewa hingga Allah SWT sendiri menitipkan salam untuknya melalui Jibril?
Baca Juga:Muhammad Abidin Jadi Ketua Tanfidziyah MWC NU Ligung Terpilih Masa Khidmat 2026-2031, Dampingi KH SuhayatIndonesia Harus Jadi Produsen Gagasan Islam Global, Menag Minta Sikap Prabowo soal Gaza Dikonseptualkan
Berikut adalah 7 rahasia keistimewaan Sayyidah Khadijah yang menjadikannya standar tertinggi wanita mulia, dirangkum dari literatur klasik Al-Bidayah wan Nihayah hingga Zadul Ma’ad.
1. Gelar ‘Al-Thahirah’ di Tengah Dekadensi Moral
Jauh sebelum cahaya Islam benderang, Khadijah sudah menyandang gelar Al-Thahirah (Wanita Suci).
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Madarijus Su’ud mencatat bahwa ia sangat ketat menjaga kehormatan dirinya di tengah zaman Jahiliyah.
Khadijah membuktikan bahwa integritas adalah “mata uang” yang tak ternilai harganya.
2. Rahim yang Menjaga Garis Keturunan Nubuwah
Sejarah mencatat fakta unik: hampir seluruh putra-putri Nabi lahir dari rahim Khadijah, kecuali Ibrahim. Mulai dari Al-Qasim hingga Sayyidah Fatimah az-Zahra.
Melalui Khadijah-lah, Allah menjaga eksistensi keturunan mulia Rasulullah, sekaligus mematahkan hinaan kaum Quraisy yang menyebut Nabi “terputus keturunannya” (abtar).
3. Muslimah Pertama: “The First Believer”
Saat dunia meragukan wahyu, Khadijah adalah orang pertama yang bersaksi. Ia tidak hanya mendukung secara emosional, tapi juga mempertaruhkan seluruh aset finansialnya untuk dakwah.
Baca Juga:IDOLA Wujud Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Jaga Tradisi Keislaman di Kota CirebonMenurut Syariat Islam, Bolehkah Shohibul Kurban, Penerima dan Panitia Menjual Daging? Ini Penjelasannya
Ibnu Katsir menegaskan bahwa Khadijah adalah sosok pertama yang beriman dan membenarkan risalah Muhammad SAW tanpa keraguan sedikit pun.
4. Satu-satunya Istri yang Tak Pernah Dimadu
Inilah bukti cinta paling otentik. Selama 25 tahun masa pernikahan—hingga Khadijah wafat—Nabi Muhammad SAW tidak pernah menikah lagi.
Kesetiaan tunggal ini adalah bentuk penghormatan tertinggi Nabi atas pengorbanan Khadijah yang tak tertandingi oleh siapapun.
”Seolah-olah di dunia ini hanya ada satu wanita, yaitu Khadijah,” ungkap Ummul Mukminin Aisyah RA, menggambarkan betapa kuatnya memori Khadijah di hati Nabi.
