5 Golongan Manusia yang Jasadnya Utuh di Liang Lahat, Keajaiban Iman Lampaui Hukum Biologi

Ma\'la-Makkah
Pemandangan Pemakaman Ma\'la Makkah tempat peristirahatan para syuhada dan ulama yang jasadnya dijaga Allah SWT sesuai kitab Ianatut Thalibin. Foto: Humas Kemenag RI

​CIREBONINSIDER.COM – Secara alamiah, tubuh manusia yang telah dikubur akan mengalami dekomposisi biologis hingga menyatu dengan tanah.

Namun, dalam khazanah Islam, terdapat anomali spiritual yang luar biasa. Ada raga-raga tertentu yang tetap utuh, segar, dan wangi meski telah bersemayam puluhan tahun di liang lahat.

​Fenomena ini bukan sekadar mitos urban. Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab monumental I‘anatut Thalibin (Juz III, hal. 133), merangkum rahasia besar ini melalui bait-bait syair yang menggetarkan jiwa.

Baca Juga:7 Rahasia Cinta Pertama Rasulullah pada Khadijah yang Menggetarkan LangitIndonesia Harus Jadi Produsen Gagasan Islam Global, Menag Minta Sikap Prabowo soal Gaza Dikonseptualkan

​Berikut adalah 5 golongan istimewa yang jasadnya “diharamkan” bagi tanah untuk memakannya:

​1. Para Nabi: Sang Pembawa Risalah Langit

​Tingkatan tertinggi ditempati oleh para Nabi. Sebagai manusia pilihan (Mushthafa), Allah SWT memberikan mukjizat perlindungan mutlak bahkan setelah mereka wafat.

Tanah tidak memiliki kuasa untuk merusak raga yang pernah menjadi wadah wahyu suci. Penghormatan ini berlaku bagi 124.000 Nabi yang pernah diutus ke bumi.

​2. Ulama: Penjaga Lentera Umat

​Bukan sekadar orang bergelar akademis, melainkan mereka yang Al-Alim al-Amil—ulama yang menghidupkan ilmunya untuk kemaslahatan umat.

Keutuhan jasad mereka adalah bentuk apresiasi langit atas dedikasi mereka dalam menjaga syariat dan membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya.

​3. Syuhada: Mereka yang ‘Hidup’ di Sisi Tuhan

​Para pejuang yang gugur di medan juang demi membela agama (Fisabilillah) memiliki kedudukan eksklusif. Al-Qur’an bahkan menegaskan jangan menyebut mereka mati, melainkan hidup di sisi-Nya.

Darah yang mengalir di tubuh mereka menjadi saksi bisu pengorbanan, membuat bumi “enggan” menyentuh raga yang telah dibeli oleh surga.

Baca Juga:KKN Mahasiswa PJJ PAI UIN SSC Beri Warna Baru, Latih Siswa SDN Pekalangan Pemanfaatan CanvaDari Pekan Sastra Cirebon 2025, Dorong Ruang Kreatif Tumbuh

​4. Hamalatul Qur’an: Penjaga Kalamullah

​Inilah pintu yang paling terbuka lebar bagi kita semua. Mereka yang lisan dan hatinya tak pernah kering dari ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta berupaya mengamalkannya, akan dijaga raganya.

Al-Qur’an yang mereka cintai di dunia menjadi “perisai” gaib yang melindungi sel-sel tubuh mereka dari proses pembusukan tanah.

​5. Muazin Ikhlas: Penyeru Kebaikan

​Mengumandangkan azan bukan sekadar urusan teknis suara merdu. Muazin yang memanggil umat untuk bersujud dengan niat murni Lillahi Ta’ala—tanpa mengharap imbalan duniawi—dijanjikan keutuhan jasad.

0 Komentar