Mentan Amran Tantang HIPMI Garap 'Harta Karun' Rp20.000 Triliun, Berhenti Kerja Poco-Poco!

HIPMI-2026
Mentan Andi Amran Sulaiman saat memberikan paparan hilirisasi pertanian di Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 Makassar. Foto: Humas Kementan RI

Dengan penguasaan 60-70 persen pasar sawit dunia, Indonesia punya kekuatan untuk mendikte harga.

Strategi penyerapan CPO menjadi biofuel saat harga rendah dan ekspor saat harga tinggi bisa mendongkrak nilai ekonomi dari Rp549 triliun menjadi Rp5.000 triliun.

​”Kalau tiga komoditas ini saja kita hilirisasi serius, totalnya bisa tembus Rp20.000 triliun. Ini bukan sekadar mimpi, ini soal keberanian kita mengeksekusi,” tegasnya.

Baca Juga:Gebrakan 250 Juta Pohon, Mentan Amran Sulap 25 Juta Pramuka Jadi "Benteng" Pangan NasionalGebrakan Mentan Amran: Lantik 54 Pejabat Berbasis Meritokrasi, Ancam Pecat Pelaku Pungli Bantuan!

​Sentilan Kritis: Berhenti dari Kegilaan ‘Insanity’

​Mengutip Albert Einstein, Mentan mengingatkan bahwa mengharapkan hasil luar biasa dengan cara kerja yang sama berulang kali adalah sebuah kegilaan (insanity).

Ia meminta HIPMI keluar dari zona nyaman untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap.

​”Hari ini kita sudah doa paling tinggi. Sekarang saatnya bertindak paling tinggi. Doa, mimpi besar, tindakan besar, dan konsisten—itulah kunci,” tambah Amran.

​Peluang Konkret: Karpet Merah Rp371 Triliun

​Pemerintah tidak hanya menuntut, tapi juga memberikan dukungan nyata. Kementan menyiapkan dukungan anggaran hingga Rp371 triliun dalam tiga tahun ke depan untuk program strategis, antara lain:

– ​Cetak sawah baru berskala besar.

– ​Pengembangan kakao 1 juta hektare dengan sokongan dana Rp10 triliun.

– ​Pembangunan pabrik pengolahan kelapa senilai Rp1,5 triliun per unit melalui skema kolaborasi.

Mentan Amran menutup dengan pesan kuat bahwa wajah ekonomi Indonesia 15 tahun ke depan ditentukan oleh keberanian pengusaha muda saat ini.

Momentum SDP HIPMI 2026 pun bertransformasi menjadi panggilan aksi (call to action) untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian energi berbasis industrialisasi dalam negeri.(*)

0 Komentar