Mentan Amran Tantang HIPMI Garap 'Harta Karun' Rp20.000 Triliun, Berhenti Kerja Poco-Poco!

HIPMI-2026
Mentan Andi Amran Sulaiman saat memberikan paparan hilirisasi pertanian di Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 Makassar. Foto: Humas Kementan RI

CIREBONINSIDER.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melempar tantangan keras bagi para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Tak main-main, Amran membeberkan potensi nilai tambah ekonomi senilai Rp20.000 triliun—setara 7 tahun APBN Indonesia—yang selama ini “menguap” ke luar negeri akibat minimnya hilirisasi.

​Pernyataan provokatif nan optimis tersebut disampaikan Amran dalam Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga:Gebrakan 250 Juta Pohon, Mentan Amran Sulap 25 Juta Pramuka Jadi "Benteng" Pangan NasionalGebrakan Mentan Amran: Lantik 54 Pejabat Berbasis Meritokrasi, Ancam Pecat Pelaku Pungli Bantuan!

Di depan ratusan pengusaha, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi terjebak dalam pola kerja “Poco-poco” atau maju-mundur tanpa progres nyata.

​Rekor Swasembada Tercepat Sepanjang Sejarah

​Membuka paparannya, Mentan Amran mengungkap capaian krusial di bawah komando Presiden Prabowo Subianto.

Indonesia secara resmi mengumumkan pencapaian swasembada pangan pada 7 Januari 2026. Ini merupakan rekor tercepat dalam sejarah RI, melampaui target awal yang dipatok tiga hingga empat tahun.

​”Negara kita besar, 286 juta penduduk. Awalnya target swasembada 3 tahun, bahkan sempat diarahkan 1 tahun. Tanpa kebijakan ekstrem dan dukungan kolektif termasuk dari HIPMI, pencapaian ini mustahil,” ujar Amran disambut riuh tepuk tangan.

​Data menunjukkan sektor pertanian tumbuh pesat sebesar 10,52 persen, menjadi jangkar utama PDB nasional di tengah ancaman El Nino.

Ketangguhan ini bahkan diakui dunia melalui dua penghargaan dari FAO dalam kurun waktu hanya satu tahun.

​Tiga Komoditas ‘Game Changer’ Dunia

​Amran menyoroti tiga komoditas utama yang jika dikelola dari hulu ke hilir, akan mengubah peta ekonomi global secara instan:

Baca Juga:Strategi Radikal Mentan Amran di Cisarua: Ubah Lereng Maut Jadi Sabuk Hijau Bernilai EkonomiHIPMI Kota Cirebon Wajib Bawa Batik dan Kuliner, Ekspor Lewat Digitalisasi

​1. Kelapa: Raksasa yang Tertidur

Indonesia adalah produsen kelapa nomor satu dunia, namun harga di tingkat petani hanya Rp1.350. Jika dilakukan hilirisasi menjadi coconut water atau coconut milk, nilainya naik 100 kali lipat. Potensi ekspor yang saat ini Rp24 triliun bisa meroket hingga Rp5.000 triliun.

​2. Gambir: Monopoli Bahan Baku

Indonesia menguasai 80 persen bahan baku gambir dunia, namun pengolahannya justru banyak dilakukan di luar negeri. Mentan menyebut potensi hilirisasi komoditas ini mencapai Rp5.000 triliun.

​3. CPO & Biofuel: Pengendali Pasar

0 Komentar