Gebrakan 250 Juta Pohon, Mentan Amran Sulap 25 Juta Pramuka Jadi "Benteng" Pangan Nasional

Mentan-Andi-Amran-Sulaiman
Mentan Andi Amran Sulaiman dan Ketua Kwarnas Budi Waseso dalam Pelantikan Saka Tarunabumi 2025-2028 di Kementan, Jakarta, membahas gerakan tanam pohon nasional. Foto: Humas Kementan RI

CIREBONINSIDER.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluncurkan strategi revolusioner untuk memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, ia menggandeng Gerakan Pramuka sebagai kekuatan strategis untuk mencetak generasi petani milenial sekaligus menggerakkan penanaman pohon masif di seluruh penjuru negeri.

​Melalui penguatan Saka Tarunabumi, Mentan Amran menegaskan bahwa pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega harus bertransformasi dari sekadar narasi menjadi aksi nyata di sektor pertanian dan perkebunan.

Baca Juga:Gebrakan Mentan Amran: Lantik 54 Pejabat Berbasis Meritokrasi, Ancam Pecat Pelaku Pungli Bantuan!Strategi Radikal Mentan Amran di Cisarua: Ubah Lereng Maut Jadi Sabuk Hijau Bernilai Ekonomi

​Target Ambisius: Menggemparkan Dunia dalam 10 Tahun

​Fokus utama kolaborasi ini adalah Gerakan Tanam Pohon Nasional. Mentan Amran memberikan tantangan besar kepada puluhan juta anggota Pramuka untuk menunjukkan taringnya di kancah hijau.

​”Kita tidak ingin kegiatan yang simbolis. Kita ingin gerakan riil yang manfaatnya dirasakan bangsa. Jika satu orang menanam 10 pohon saja, itu sudah 250 juta pohon. Kalau konsisten dilakukan 10 tahun, dampaknya akan menggemparkan dunia,” tegas Mentan Amran.

Ia menyampaikan hal itu saat Pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Tarunabumi 2025–2028 di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

​Pemerintah menetapkan setiap Hari Pramuka (14 Agustus) sebagai momentum gerakan tanam pohon serentak. Komoditas yang didorong memiliki nilai ekonomi tinggi, antara lain:

– ​Perkebunan: Kelapa, Kakao, Kopi, dan Mente.- ​Hortikultura: Durian dan Cabai.

​Belajar dari “Model Gorontalo” untuk Tekan Inflasi

​Khusus untuk komoditas cabai, Mentan Amran merujuk pada keberhasilan di Gorontalo. Di sana, budaya menanam cabai di setiap rumah terbukti efektif menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah.

Strategi inilah yang akan direplikasi oleh anggota Pramuka di lahan pekarangan dan lahan tidur.

Baca Juga:Sapu Bersih 'Serakahnomics', Said Didu: Mentan Amran Hancurkan Hegemoni Oligarki PanganMentan Amran-Polri Tabuh Genderang Perang: Mafia Pangan Menjelang Ramadan 2026 Terancam Pidana Mati?

​Budi Waseso: Pramuka Siap Bergerak Hingga Akar Rumput

​Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung agenda kedaulatan pangan.

Ia menekankan bahwa Pramuka memiliki keunggulan pada jaringan yang solid hingga ke tingkat desa.

​”Ini bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga membangun generasi muda petani yang profesional dan modern,” ungkap Budi Waseso.

Ia menambahkan, Pramuka akan mendorong pemanfaatan lahan produktif sebagai contoh nyata kemandirian pangan di tingkat keluarga.

0 Komentar