CIREBONINSIDER.COM – Badai efisiensi anggaran sebesar Rp271 miliar yang menerjang dana transfer daerah Kabupaten Cirebon tahun ini tidak lantas mematikan asa pembangunan di wilayah timur.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat agar proyek infrastruktur dasar di Kecamatan Waled tidak dikorbankan. Hal ini ditegaskannya saat menggelar reses di Desa Cikulak Kidul, Jumat (13/2/2026).
Menambal Celah Ekonomi di Cirebon Timur
Nana mengungkapkan bahwa mobilitas ekonomi warga di perbatasan sangat bergantung pada kualitas jalan.
Baca Juga:Ketua DPRD Cirebon Siap Kawal Instruksi Presiden: Ekonomi 8% dan APBD Anti-Bocor!Bupati Cirebon Dobrak Tradisi Administrasi, Fokus ke Swasembada Energi dan Sekolah Rakyat di 2026
Oleh karena itu, ia telah mengusulkan sederet agenda perbaikan jalan yang menjadi “nadi” penghubung antar-desa.
“Kami telah mendorong berbagai agenda pembangunan untuk direalisasikan di Kecamatan Waled, mulai dari perbaikan jalan di Desa Ambit hingga Gunungsari. Ini adalah respons atas jeritan warga yang menginginkan akses transportasi yang layak,” tegas Nana di hadapan warga dan perangkat desa.
Strategi di Tengah Efisiensi Anggaran
DPRD Kabupaten Cirebon kini harus memutar otak. Dengan pemangkasan dana transfer hingga ratusan miliar, Nana memastikan fungsi pengawasan legislatif akan semakin diperketat agar setiap rupiah yang tersisa jatuh ke program yang tepat sasaran.
“Pemerintah daerah memang sedang mengakselerasi peningkatan jalan dan jembatan, terutama di Cirebon Timur. Meski ada efisiensi Rp271 miliar, kami di DPRD tetap berupaya mengawal agar infrastruktur dasar tetap direalisasikan secara bertahap,” tambahnya.
Aspirasi dari Akar Rumput: Jalan Rusak Masih Menghantui
Kehadiran pimpinan DPRD ini disambut hangat oleh Kuwu Desa Cikulak Kidul, Edi Purnama. Ia menilai momen ini sebagai waktu yang tepat untuk menyampaikan realita di lapangan yang masih penuh “pekerjaan rumah”.
“Jalan desa kami butuh pemeliharaan serius agar ekonomi tumbuh optimal. Kami berharap ada sinergi berkelanjutan dengan DPRD agar kebutuhan prioritas warga ini segera terealisasi,” ungkap Edi.
Reses: Bukan Sekadar Seremonial
Menutup kunjungannya, Nana menekankan bahwa reses adalah kewajiban konstitusional untuk transparansi kinerja. Ada tiga misi utama yang ia bawa:
1. Silaturahmi: Mempererat hubungan dengan konstituen.
