CIREBONINSIDER.COM – Kurang dari sebulan menjelang Ramadan 1447 Hijriah, suhu harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Cirebon mulai “mendidih”.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Sabtu (14/2/2026), ditemukan anomali harga pada komoditas cabai rawit merah yang melonjak drastis.
Bupati Cirebon, Imron, bersama Kapolresta Cirebon dan jajaran Forkopimda turun langsung menyisir dua titik krusial di wilayah timur, yakni Pasar Gebang Mekar dan Pasar Losari.
Baca Juga:Menaker Yassierli: BLK Bukan Pabrik Sertifikat, Lulusan Harus Tembus Pasar Kerja!Reformasi Radikal Pasar Modal, Strategi Besar Pemerintah Amankan Target Ekonomi 8%
Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan di tengah tren kenaikan harga tahunan.
Anomali ‘Cabai Setan’ dan Rantai Distribusi
Temuan paling mencolok dalam sidak kali ini adalah harga cabai rawit atau yang akrab disapa “cabai setan” yang kini menembus angka Rp100.000 per kilogram.
Angka ini terpaut jauh dari harga cabai merah biasa yang masih bertahan di kisaran Rp40.000-an.
Bupati Imron mengungkapkan bahwa perbedaan harga antar-pasar di Cirebon dipengaruhi oleh kompleksitas jalur distribusi.
”Kami memantau di Gebang dan Losari. Memang ada kenaikan, tapi fluktuasinya hampir sama dengan pasar lain. Perbedaan harga biasanya karena pedagang mengambil pasokan dari titik yang berbeda, sehingga biaya distribusi ikut memengaruhi harga jual,” jelas Imron usai berdialog dengan para pedagang.
Daftar Komoditas yang Mulai Merangkak Naik
Selain cabai rawit, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mulai menunjukkan tren kenaikan rata-rata Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram, di antaranya:
– Daging Ayam Ras: Mengalami kenaikan seiring melonjaknya permintaan.
– Telur Ayam: Mulai merangkak naik untuk kebutuhan persiapan munggahan.
– Bawang Merah: Stabil namun fluktuatif tergantung lokasi pasokan.- Opsi Operasi Pasar: “Jangan Sampai Memberatkan Rakyat”
Baca Juga:Bentengi 2.312 IKM, Pemkot Cirebon Desak Kemenperin Perkuat Proteksi Merek di Pasar DigitalMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pasang Badan: Integritas Pasar Modal Kunci Stabilitas 2026!
Meski harga mulai naik, Pemkab Cirebon memastikan stok pangan secara umum masih dalam kategori aman.
Namun, Imron menegaskan pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah intervensi jika harga sudah melampaui batas kewajaran.
”Jika kenaikan masih terukur, kita terus monitoring. Tapi kalau sudah terlalu tinggi, kami segera berkoordinasi dengan Bulog untuk menggelar Operasi Pasar,” tegasnya.
Langkah sigap Forkopimda ini diharapkan dapat menjaga daya beli warga Cirebon agar tetap stabil, sehingga masyarakat bisa menyambut bulan suci Ramadan tanpa tekanan beban ekonomi yang berlebihan.(*)
