CIREBONINSIDER.COM – Di tengah bayang-bayang krisis pangan dunia, Indonesia resmi mendeklarasikan kemandirian penuh.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi kini memiliki benteng pangan terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah Republik.
Dalam forum strategis Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), Presiden memaparkan cetak biru keberhasilan yang menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci di panggung G20.
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Indramayu Salurkan Zakat Mal Pertanian di Desa BabadanTEROBOSAN CIREBON: Rp3,5 Miliar untuk Koperasi Kelurahan, Motor Ekonomi Lokal dan Pilar Ketahanan Pangan
Data Bicara: Lonjakan Produksi 13% dan ‘Benteng’ 4,2 Juta Ton
Angka yang disajikan Presiden bukan sekadar statistik, melainkan hasil dari pergeseran radikal kebijakan agraria.
Produksi beras nasional tahun 2025 tercatat menembus 34,7 juta ton, melonjak drastis 13 persen dibandingkan tahun 2024.
Kekuatan utama terletak pada manajemen stok. Presiden mengungkapkan bahwa cadangan beras di Bulog per Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton.
”Ini adalah cadangan tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita. Kita telah membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri (berdikari) menghadapi ketidakpastian global,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pembuat kebijakan.
Pertanian Jadi ‘Jangkar’ Ekonomi: Tertinggi Kedua di G20
Capaian sektor pangan ini berdampak instan pada stabilitas makroekonomi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV mencapai 5,11 persen (yoy).
Angka ini menempatkan Indonesia di posisi runner-up pertumbuhan tertinggi di G20, tepat di bawah India.
Sektor pertanian menjadi kontributor vital dengan pertumbuhan 5,03 persen, membuktikan bahwa sawah adalah motor penggerak ekonomi yang nyata, bukan sekadar pelengkap.
Baca Juga:Bupati Cirebon Dobrak Tradisi Administrasi, Fokus ke Swasembada Energi dan Sekolah Rakyat di 2026Sinyal Swasembada: Produksi Padi 2026 Diprediksi Melejit, HKTI Sebut Visi Prabowo On The Track
Rahasia di Balik Layar: Operasi Deregulasi dan Modernisasi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan bahwa lompatan ini adalah hasil dari “terapi kejut” melalui dua jalur utama:
– Deregulasi Radikal: Menghapus hambatan birokrasi distribusi sarana produksi agar langsung menyentuh petani.
– Transformasi Pertanian Modern: Migrasi masif dari pola tradisional menuju mekanisasi digital untuk menggenjot efisiensi lahan.
”Target kami bukan hanya ketersediaan, tapi kesejahteraan. Pertanian modern adalah kunci agar pangan terjangkau bagi rakyat dan menguntungkan bagi petani,” ujar Mentan Amran.
Dengan fondasi produksi yang solid dan cadangan yang melimpah, pemerintah kini menatap optimis target swasembada pangan menyeluruh sebagai pilar utama ketahanan nasional masa depan.(*)
