Ia menekankan bahwa infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung tidak akan berarti tanpa penguatan sumber daya manusia yang berakhlak.
”Pembangunan hakikatnya adalah menghadirkan kebahagiaan lahir dan batin. Kuningan tanpa bimbingan ulama akan membuat kita khawatir salah arah. Karena itu, sinergi pemerintah dan ulama harus tanpa sekat,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan ajakan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan toleransi, menjadikan momentum Ramadan 2026 sebagai titik balik kemajuan Kabupaten Kuningan yang lebih religius dan harmonis. (*)
