Titik Balik Intelektual: Rahmat Al Bayan Nakhodai ISNU Kota Cirebon, Usung Misi Transformasi SDM

ISNU-Kota-Cirebon
Rahmat Al Bayan (baju putih) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC ISNU Kota Cirebon dalam Konfercab I di Gedung Dakwah PCNU Kota Cirebon. Foto: Istimewa

​CIREBONINSIDER.COM – Gerbong intelektual Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Udang resmi memulai babak baru. Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) I yang digelar di Gedung Dakwah PCNU Kota Cirebon, Sabtu (14/2/2026), Rahmat Al Bayan sah ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Cirebon secara aklamasi.

​Pemilihan ini bukan sekadar seremoni pergantian estafet kepemimpinan, melainkan menjadi sinyal kuat “Kebangkitan Intelektual” bagi para sarjana NU di Kota Cirebon untuk lebih responsif terhadap tantangan zaman yang kian kompleks.

​Sinergi Ilmu dan Struktur: Pesan Strategis Kyai Mustofa Rajid

​Sehari sebelum perhelatan, Ketua PCNU Kota Cirebon, KH Mustofa Rajid, memberikan arahan strategis yang menjadi fondasi gerakan ISNU ke depan.

Baca Juga:Bupati Imron di Harlah 100 Tahun NU: Negara Maju Itu Harus DiciptakanAbad Kedua NU: Kiai Aziz Hakim Serukan ‘Jihad Baru’ Lawan Sampah dan Krisis Moral di Cirebon

Ia menekankan bahwa kekuatan NU di masa depan terletak pada kemampuan para sarjana dalam mengawinkan disiplin ilmu profesional dengan gerak organisasi.

​”Struktur NU harus memastikan dinamika organisasi berjalan efektif melalui Badan Otonom (Banom)dan lembaga-lembaganya. Kader ISNU wajib berkontribusi sesuai spesialisasi keilmuan masing-masing untuk mendukung program besar NU,” tegas KH Mustofa Rajid.

​Ia berharap ISNU tidak hanya menjadi pajangan gelar akademik, tetapi menjadi “dapur pemikiran” yang menyuplai solusi teknis bagi problematika umat.

​Misi Besar Rahmat Al Bayan: Akselerasi dan Inovasi

​Usai resmi ditetapkan sebagai nakhoda baru, Rahmat Al Bayan menegaskan bahwa amanah yang diembannya adalah bentuk “Khidmat Tanpa Batas” di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ia berkomitmen tidak hanya menjaga marwah organisasi, tetapi juga memastikan setiap inisiatif strategis periode sebelumnya yang belum tuntas akan segera diakselerasi.

​”Amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk membesarkan organisasi. Kami ingin periode ini menjadi titik awal kebangkitan ISNU Kota Cirebon agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” ujar Rahmat dengan nada optimis.

​Reposisi Peran Sarjana: 3 Pilar Utama Gerakan

​Dalam visi yang dipaparkannya, Rahmat ingin menggeser paradigma ISNU dari sekadar wadah berkumpul menjadi pusat gagasan dan solusi (Think Tank). Ia menggarisbawahi tiga pilar utama yang akan menjadi kompas kepemimpinannya:

0 Komentar