CIREBONINSIDER.COM– Infrastruktur jalan yang memprihatinkan dan sulitnya akses sarana produksi pertanian masih menjadi “momok” bagi kesejahteraan warga di Kabupaten Cirebon.
Hal ini mencuat dalam agenda reses Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, di Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kamis (12/2/2026).
Dalam forum penyerapan aspirasi tersebut, Nana menegaskan bahwa penguatan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat desa.
Baca Juga:RUU Komoditas Strategis, Baleg DPR Sebut Pemerintah Lebih Fokus Sanksi Pidana daripada Lindungi PetaniNegara 'Gaji' Petani Korban Bencana: Strategi Mentan Amran Pulihkan 98 Ribu Hektare Sawah di Sumatera
Jeritan Petani: Antara Pupuk Langka dan Modernisasi
Dialog berlangsung hangat saat perwakilan kelompok tani menyampaikan keluhan klasik yang tak kunjung usai: keterbatasan akses pupuk dan minimnya bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).
Para petani mengaku produktivitas mereka jalan di tempat akibat teknologi yang tertinggal.
Menanggapi hal itu, Nana Kencanawati menyatakan komitmennya untuk mendorong pengadaan Alsintan yang lebih masif melalui kebijakan daerah.
”Pemberdayaan harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Gapoktan perlu diperkuat agar mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus mendorong terwujudnya ketahanan pangan yang konkret,” ujar Nana di hadapan warga.
Infrastruktur: Nadi Distribusi yang Terhambat
Selain sektor agraria, persoalan infrastruktur jalan menjadi sorotan tajam. Jalan yang rusak, terutama saat memasuki musim hujan, dinilai sangat menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil panen ke pasar.
Nana mengakui adanya tantangan dalam alokasi anggaran akibat penyesuaian dari pemerintah pusat.
Namun, ia memastikan DPRD tetap memperjuangkan anggaran pemeliharaan jalan sebagai prioritas mendesak.
Baca Juga:Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo: Lebih Mulia Anak Petani Jujur daripada Koruptor Pintar!Ironi Lumbung Pangan: Lucky Hakim Sentil Rendahnya Pendidikan, Gandeng ICMI "Ubah Nasib" Petani Indramayu
Poin Utama Aspirasi Reses Sindanglaut:
– Kemudahan Akses Pupuk: Petani meminta birokrasi distribusi yang lebih ringkas.
– Modernisasi Alsintan: Kebutuhan alat pendukung untuk efisiensi masa tanam dan panen.
– Perbaikan Jalan Desa: Akses mobilitas untuk menekan biaya logistik hasil tani.
Melalui reses ini, seluruh aspirasi akan dihimpun untuk dirumuskan menjadi kebijakan daerah yang tepat sasaran.
Nana berharap sinergi antara Pemkab Cirebon dan masyarakat dapat segera membuahkan solusi nyata bagi kesejahteraan warga Sindanglaut.(*)
