”Harapannya, workshop seperti ini terus berlanjut. Kami butuh kapasitas yang mumpuni untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam kemampuan membaca,” ujarnya optimistis.
Misi Diseminasi: Gerakan Massal di Tingkat KKG
Sebagai langkah konkret, setiap Kelompok Kerja Guru (KKG) telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Para peserta kini memikul peran sebagai agen perubahan yang wajib menularkan praktik baik ini kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.
Baca Juga:Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp769,1 T: Taruhan Digitalisasi dan Akhir Era 'Guru Honorer Terabaikan'?Bukan Cuma UMP, Dedi Mulyadi Siapkan Senjata Pendidikan dan Rumah Gratis untuk Buruh Jabar
Dengan mekanisme pencatatan kemajuan membaca yang berkala, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon optimis ekosistem literasi akan semakin tangguh.
Targetnya jelas: setiap anak Cirebon harus mendapatkan hak belajar sesuai dengan kecepatan dan kapasitas unik mereka masing-masing.(*)
