Bupati Cirebon Dobrak Tradisi Administrasi, Fokus ke Swasembada Energi dan Sekolah Rakyat di 2026

Bupati-Cirebon-Imron
Bupati Cirebon Imron memberikan arahan strategis dalam rapat dinas mengenai ketahanan pangan dan energi terbarukan di Ruang Paseban. Foto: Humas Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM– Bupati Cirebon, Imron, memberikan sinyal keras kepada seluruh jajarannya untuk meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi.

Dalam rapat dinas di Ruang Paseban Setda, Rabu (11/2/2026), ia menegaskan bahwa indikator kesuksesan pemerintah adalah dampak nyata yang mendarat di piring dan kantong masyarakat.

​”Tidak cukup hanya laporan administrasi yang bagus. Setiap program harus memiliki hasil nyata di lapangan yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat,” tegas Imron di hadapan seluruh kepala perangkat daerah.

Baca Juga:Bupati Imron di Harlah 100 Tahun NU: Negara Maju Itu Harus DiciptakanTuntas! Bupati Imron Lantik 116 Kepala Sekolah di Cirebon, Fokus Karakter dan Solusi Sampah

​Visi Swasembada: Pangan dan Energi Jadi Prioritas

​Di tengah fluktuasi ekonomi global, Imron menempatkan kedaulatan pangan sebagai benteng utama daerah.

Dinas Pertanian (Distan) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) diinstruksikan untuk bertransformasi menjadi mesin penggerak produksi, bukan sekadar pengawas harga.

​Namun, kejutan muncul dari fokus barunya pada sektor energi. Imron mendesak adanya kedaulatan energi lokal agar Cirebon tidak terus-menerus terpapar guncangan pasokan dari luar daerah.

​”Jangan terus bergantung pada pasokan luar. Kita perlu roadmap energi daerah yang realistis dan terukur. Optimalkan potensi lokal untuk masa depan Cirebon,” ujarnya.

​Intervensi SDM: Makan Bergizi hingga Digitalisasi Pendidikan

​Bupati juga menggarisbawahi dua program krusial yang menjadi investasi jangka panjang Kabupaten Cirebon:

– ​Makan Bergizi Gratis (MBG): Imron menginstruksikan pengawasan ketat agar program ini benar-benar memenuhi standar gizi demi menekan angka stunting secara signifikan.

– ​Sekolah Rakyat: Memastikan tidak ada anak di Cirebon yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Program ini diperkuat dengan percepatan digitalisasi infrastruktur sekolah hingga ke pelosok desa.

Baca Juga:Ganti Sawit Jadi Gedong Gincu, Bupati Imron Pastikan Lahan 6,5 Hektare di Pasaleman DialihkanModel Sekolah Rakyat Cirebon Siap Direplikasi Nasional, Solusi Nyata Putus Sekolah Akibat Kemiskinan

​Di sisi kesehatan, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan dioptimalkan dengan pendekatan preventif untuk mendeteksi dini penyakit warga sejak dari tingkat desa.

​Hilirisasi Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

​Sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, Imron memperkenalkan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi produk unggulan daerah, bukan sekadar lembaga simpan pinjam konvensional.

​Dengan pembinaan manajemen dan akses permodalan yang kuat, koperasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan secara sistematis menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon.

0 Komentar