Wali Kota Cirebon Berguru ke Madiun, Bongkar Rahasia Pasang Ribuan Lampu Jalan tanpa Kuras APBD

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo dan Bupati Madiun Hari Wuryanto berdiskusi mengenai skema KPBU APJ untuk efisiensi anggaran daerah. Foto: Humas Pemkab Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Keterbatasan anggaran daerah (APBD) kini bukan lagi penghalang untuk menerangi seluruh sudut kota. Langkah berani diambil Pemerintah Kota Cirebon dengan melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Madiun pada Kamis (12/2/2026).

​Dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, misi ini bertujuan membedah tuntas skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengadaan alat penerangan jalan (APJ).

Madiun dipilih karena reputasinya sebagai pelopor nasional yang sukses menghadirkan ribuan titik lampu tanpa membebani keuangan daerah secara drastis.

Baca Juga:Perombakan Besar Birokrasi Kuningan: 240 Pejabat Digeser, Bupati Dian Tekan Gas Pol Pelayanan PublikTarget 2026: Seluruh Desa di Kabupaten Cirebon Wajib Digital, Diskominfo Perkuat SPBE

​Efisiensi Ekstrem: Hemat Listrik hingga 50 Persen

​Kabupaten Madiun telah membuktikan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta adalah solusi fiskal yang nyata. Sejak memulai proyek KPBU pada September 2022, dampak efisiensinya sangat mencengangkan.

​Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup pengelolaan 7.459 titik lampu.

Hasilnya? Beban tagihan listrik daerah yang semula mencapai Rp13–14 miliar per tahun, kini terpangkas hingga 50 persen menjadi hanya Rp6–7 miliar berkat migrasi ke teknologi LED dan manajemen sistem yang ketat.

​”Selain efisiensi fiskal, skema ini memberikan jaminan kualitas layanan selama 10 tahun. Pihak swasta wajib memastikan lampu menyala. Jika ada kerusakan, perbaikan harus tuntas maksimal dalam 24 jam. Ini adalah kepastian layanan bagi masyarakat,” tegas Hari Wuryanto.

​Pembangunan Tak Boleh Berhenti Karena Anggaran

​Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa studi ini adalah upaya serius dalam menjawab kebutuhan warga akan rasa aman dan kenyamanan di jalan raya.

Ia membawa gerbong lengkap, mulai dari Pj Sekda, Dishub, Bappelitbangda, hingga Inspektorat untuk menyerap aspek hukum, keuangan, dan teknis secara menyeluruh.

​”Kami datang ke sini untuk belajar. Kabupaten Madiun adalah yang pertama di Indonesia yang sukses menyelesaikan proses KPBU APJ ini. Semangatnya adalah kolaborasi, sebagaimana arahan Bapak Presiden agar kepala daerah saling bahu-membahu membangun wilayahnya,” ujar Effendi.

Baca Juga:Taktik Baru Wali Kota Effendi Edo, Cirebon Incar Skema 'Creative Financing' demi Akselerasi Jalan MulusJabar Usul Alih Kewenangan Jalan Nasional: Pasteur ke Pemprov, Soetta ke Pemkot

​Multiplier Effect: Ekonomi Hidup, Kriminalitas Mati

​Bukan sekadar urusan estetika jalan, jalanan yang terang benderang terbukti memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati Hari menceritakan bagaimana pedagang kecil kini berani berjualan hingga pukul 21.00 WIB, yang sebelumnya hanya sampai sore hari karena kendala pencahayaan.

0 Komentar