Model Sekolah Rakyat Cirebon Siap Direplikasi Nasional, Solusi Nyata Putus Sekolah Akibat Kemiskinan

Sekolah-Rakyat-Terintegrasi-Kota-Cirebon
Suasana kunjungan Komisi VIII DPR RI dan Kemensos ke Sekolah Rakyat Terintegrasi SMPN 18 Kota Cirebon untuk meninjau program pendidikan inklusif 2026. Foto: Humas Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Masalah putus sekolah di Indonesia sering kali berakar pada persoalan non-teknis di luar jangkauan ruang kelas.

Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Kota Cirebon memperkenalkan strategi progresif melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di SMPN 18 Kota Cirebon.

Program ini dirancang bukan sekadar tempat belajar, melainkan “benteng” perlindungan sosial bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Baca Juga:Hapus Stigma Sekolah Murah, RI Kucurkan Rp26,24 Triliun Bangun Sekolah Rakyat Rasa UnggulanMensesneg Prasetyo Hadi Sebut Sekolah Rakyat 'Senjata Pamungkas' Lawan Kemiskinan Ekstrem

​Komitmen tersebut ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Inovasi ini menarik perhatian pusat karena berhasil mengintegrasikan kurikulum akademis dengan jaminan kebutuhan dasar siswa.

​Negara Hadir lewat ‘Rumah Kedua’

​Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan, mewakili Wali Kota Effendi Edo, menyatakan bahwa SRT adalah perwujudan kehadiran negara yang nyata.

​”Kami mengintegrasikan layanan pendidikan dengan dukungan sosial agar anak-anak didik tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga terlindungi secara sosial. Kami ingin mereka merasa aman karena kebutuhan dasarnya sudah diperhatikan oleh sistem,” tegas Arif.

​Meskipun baru berjalan delapan bulan, program ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat mengenai akses pendidikan bagi warga miskin.

Arif mengakui adanya tantangan besar terkait sarana prasarana dan kualitas SDM pengelola, sehingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui DPR RI menjadi sangat krusial.

​Target Nasional: Satu Sekolah Rakyat di Setiap Daerah

​Apresiasi besar datang dari Kementerian Sosial RI. Kepala Pusdiklatbangprof Kemensos, Aprizon Tanjung, mengungkapkan bahwa model yang dijalankan di Cirebon sejalan dengan visi Presiden untuk membangun satu Sekolah Rakyat permanen di setiap Kabupaten/Kota.

Baca Juga:Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo: Lebih Mulia Anak Petani Jujur daripada Koruptor Pintar!Prabowo Luncurkan 166 Sekolah Rakyat: Ikhtiar Memutus Rantai Kemiskinan dari Banjarbaru

​Rencana pengembangan strategis SRT meliputi:

– ​Kapasitas Massif: Target daya tampung mencapai 1.080 siswa.

– ​Ekspansi Jenjang: Setelah sukses dengan SD dan SMP, jenjang SMA ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

– ​Standardisasi Regulasi: Kemensos bersama Ombudsman tengah merumuskan skema pelaksanaan agar pola ini memiliki dasar hukum kuat untuk direplikasi di seluruh Indonesia.

​”Langkah ini membuktikan bahwa kita tidak ingin sekadar mencetak lulusan yang pintar di atas kertas, melainkan membangun generasi tangguh yang didukung sistem sosial inklusif,” pungkas Arif.(*)

0 Komentar