CIREBONINSIDER.COM – Masalah banjir yang mengepung kawasan perumahan di Kabupaten Indramayu sejak awal tahun 2026 akhirnya dibongkar hingga ke akar persoalannya.
Dalam forum dialog terbuka di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, Rabu (11/2/26), Bupati Indramayu Lucky Hakim mengungkap fakta mengejutkan mengenai carut-marut tata kelola lingkungan dan hilangnya tanggung jawab pengembang.
Fakta Pahit: 21 Perumahan ‘Yatim Piatu’
Data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Indramayu mengungkap kondisi miris di lapangan. Tercatat sedikitnya 21 perumahan kini tidak lagi memiliki pengembang alias ditinggal pergi tanpa serah terima prasarana yang memadai.
Kondisi “yatim piatu” ini membuat sistem drainase antar-kompleks menjadi carut-marut.
Baca Juga:Lucky Hakim Lantik 138 Kuwu di Indramayu Masa Jabatan 8 Tahun, Tekankan Inovasi Hybrid dan Asta CitaIndramayu 'Suntik Mati' Ego Sektoral, Wong Reang Apps Satukan Layanan Publik Satu Genggaman
Beban pemeliharaan infrastruktur yang seharusnya menjadi kewajiban pengembang, kini terpaksa ditanggung secara swadaya oleh RT/RW dan intervensi darurat pemerintah daerah.
Dosa Warisan: Bangunan di Atas Saluran dan Embung Mandul
Dalam dialog yang berlangsung kritis, Bupati Lucky Hakim mengidentifikasi tiga penyebab utama mengapa genangan setinggi lutut terus menghantui warga:
1. Okupasi Saluran: Banyak bangunan permanen berdiri tepat di atas saluran pembuangan air, sehingga menghambat aliran dan menyulitkan normalisasi.
2. Kolam Retensi Tidak Optimal: Infrastruktur pengendali banjir berupa kolam penampung sementara belum dikelola secara maksimal untuk meredam limpasan air hujan.
3. Konflik Aliran Air: Pembangunan perumahan baru di area yang lebih tinggi seringkali mengubah arah aliran air ke pemukiman lama tanpa sistem drainase yang terintegrasi.
“Penanganan banjir tidak bisa selesai 100 persen dalam waktu singkat jika hanya pemerintah yang bergerak. Normalisasi drainase, pembangunan kolam retensi, hingga kontribusi pengembang yang masih aktif adalah kunci utama,” tegas Bupati Lucky Hakim.
Jeritan Warga dan Desakan Solusi Nyata
Sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi pedas. Riyanto, Ketua RW 12 Perumahan Marga Mekar Indah, menyoroti pembangunan proyek perumahan baru di sekitar Jalan Jenderal Sudirman yang memicu banjir di wilayahnya.
Baca Juga:Indramayu Perketat Arus Informasi: PPID Jadi Benteng Transparansi dan Win-Win Solution Sengketa PublikIndramayu Pasok 32,9% Ikan Jawa Barat, Strategi Lucky Hakim Bawa Nelayan Tembus Laut Papua
Ia mendesak pengadaan pompa air darurat dan pembangunan kolam retensi segera.
Sementara itu, warga di Kelurahan Lemah Mekar dan Perumahan Griya Ayu meminta pengerukan lumpur (sedimentasi) massal di Sungai Patil.
