CIREBONINSIDER.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan industri maritim nasional.
Ia menilai, mandeknya pertumbuhan ekonomi di sektor manufaktur perkapalan bukan disebabkan rendahnya kualitas SDM. Melainkan karena kebijakan domestik yang justru “mengunci” potensi anak bangsa sendiri.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang digelar Selasa (10/2), Purbaya mengungkapkan kegeramannya.
Baca Juga:Strategi Soemitronomics Menkeu Purbaya: Injeksi Stimulus Besar-besaran, Targetkan Ekonomi Tembus 6%Nasib Apoteker UMKM Tercekik Izin Bangunan, Menkeu Purbaya Turun Tangan "Potong" Aturan Ribet
Menurutnya, Indonesia memiliki tenaga ahli yang luar biasa di bidang galangan kapal, namun mereka justru terpinggirkan oleh banjirnya kapal impor.
”Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri. Jadi orang kita yang mampu-mampu itu nggak dapat order karena kebijakan kita sendiri,” tegas Menkeu di hadapan para pelaku usaha.
Paradoks Negara Maritim: Ahli Lokal, Kapal Luar
Purbaya menyoroti ironi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki empat laut, namun lebih memilih belanja kapal dari luar negeri.
Ia menyebut kebijakan yang membuka ruang luas bagi impor kapal bekas telah menggerus permintaan terhadap produksi galangan nasional secara signifikan.
Akibatnya, industri galangan kapal dalam negeri menjadi underutilized atau tidak beroperasi secara maksimal. Padahal, jika pesanan dialihkan ke produsen lokal, daya saing industri maritim Indonesia di kancah global diyakini akan meningkat pesat.
Potensi 2.491 Kapal Tua: Peluang yang Terbuang?
Menteri Keuangan juga menyoroti rendahnya penyerapan belanja pemerintah melalui APBN untuk mendukung industri ini. Padahal, data menunjukkan kebutuhan peremajaan armada di Indonesia sangatlah besar.
”Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal yang umurnya lebih dari 25 tahun. Itu kan pasti akan diganti. Ke depan, kalau mau industri kita maju, demand (permintaan) domestik harus diamankan,” jelasnya.
Baca Juga:Rombak Besar-besaran Pejabat Pajak, Purbaya: Jangan Sampai Kita Dikalahkan PemainManuver "Shock Therapy" Fiskal: Rahasia Menkeu Purbaya Balikkan Badai Ekonomi di Awal 2026
Purbaya menegaskan bahwa dari sisi fiskal, anggaran pengadaan kapal sebenarnya sudah disiapkan dan siap dikucurkan sejak awal tahun. Hal ini dilakukan untuk memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
”Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat. Salah satu sektor yang punya kemampuan tapi tidak diberi kesempatan adalah industri galangan kapal,” tambahnya.
