Kuningan 'Bersih-bersih' Langit, Kabel Optik Semrawut Masuk Tanah Pasca Lebaran 2026

Grouping-Kabel-Optik-Kunungan
Petugas teknis melakukan grouping kabel optik semrawut di jalan protokol Kuningan disaksikan Bupati Dian Rachmat Yanuar untuk persiapan proyek ducting bawah tanah. Foto: Humas Pemkab Kuningan

CIREBOINSIDER.COM – Wajah semrawut kabel optik yang bergelantungan liar di langit Kabupaten Kuningan segera berakhir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan mengambil langkah revolusioner dengan menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk memulai proyek besar: Ducting Bersama atau pemindahan kabel udara ke bawah tanah.

​Langkah ini dipicu oleh darurat keselamatan pengguna jalan dan rusaknya estetika kota akibat kabel “tak bertuan”.

Baca Juga:Atasi Kabel Semrawut, DPRD Indramayu Desak Kemenkomdigi Standarisasi Infrastruktur ‘Kampung Internet’Benahi 'Jaring Laba-Laba', Pemkot Cirebon Mulai Proyek Underground 15 KM Kabel Udara

Pantauan di lapangan pada Rabu (11/2/2026), proses penataan awal mulai menyasar sejumlah titik protokol sebagai simbol dimulainya era baru tata kota Kuningan yang lebih modern.

​Bupati Dian Sindir Operator Nakal

​Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, secara terbuka memberikan teguran keras kepada para operator seluler.

Berdasarkan data, terdapat sekitar 11 operator telekomunikasi yang beroperasi di Kuningan, namun banyak di antaranya yang memasang tiang dan kabel tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.

​”Banyak pemasangan tanpa izin, kami sangat keberatan. Ini mengganggu estetika sekaligus mengancam keamanan warga. Namun, alhamdulillah Apjatel merespons cepat aspirasi masyarakat ini,” tegas Bupati Dian saat meninjau lokasi penataan.

​Strategi Dua Tahap: Perapihan Jangka Pendek & ‘Ducting’ Permanen

​Ketua Korwil Apjatel Jawa Barat, Yudi Arinto Arifin, menjelaskan bahwa transformasi ini tidak akan memutus layanan internet warga. Pihaknya menerapkan strategi bertahap:

– ​Tahap Grouping (Sekarang): Kabel-kabel yang menjuntai dikelompokkan dan diikat rapi agar tidak membahayakan kendaraan besar atau pejalan kaki.

– ​Tahap Ducting (Pasca Lebaran): Penanaman kabel ke bawah tanah menggunakan pipa pelindung khusus di koridor utama.

Baca Juga:Lagi, Pemkab Cirebon Turun Menata Kabel Jaringan TelekomunikasiArah Pembangunan Kuningan 2027: Antara Ambisi SDM Unggul dan Realitas Infrastruktur di Japara

​”Karena mendekati Lebaran ada potensi gangguan lalu lintas, maka pelaksanaan ducting (tanam kabel) menunggu arahan Pemda. Kami pastikan operator siap bertanggung jawab,” ujar Yudi.

​Tanpa Beban APBD: Proyek ‘Rereongan’ Para Operator

​Hal yang membuat proyek ini kompetitif dan menarik perhatian publik adalah skema pembiayaannya. Proyek ducting ini murni mandiri alias tidak menggunakan dana pajak rakyat (APBD).

​”Ini istilahnya rereongan (gotong royong). Seluruh pembiayaan ditanggung kolektif oleh operator. Model sukses ini sudah kami terapkan di Bandung dan Subang, kini giliran Kuningan,” tambah Yudi.

0 Komentar