CIREBONINSIDER.COM – Presiden Prabowo Subianto mengirimkan sinyal kuat bagi iklim investasi di Indonesia.
Dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu (11/2/2026), Kepala Negara menegaskan bahwa hukum tidak boleh menjadi penghambat ekonomi selama pelaku usaha patuh pada aturan.
Fokus utama arahan Presiden kali ini menyoroti dinamika pertambangan di Sumatra Utara, khususnya operasional Tambang Martabe.
Baca Juga:Bahlil Pasang Badan, Pangkas Birokrasi demi Kejar Target Lifting Migas 2026Prabowo Perintahkan Kampus Turun Tangan, Sampah Kelurahan Kini Diolah Jadi Bahan Bangunan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Presiden meminta verifikasi objektif terhadap setiap kendala investasi di lapangan.
Keseimbangan Hukum dan Ekonomi
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas, namun tetap menjunjung tinggi keadilan.
”Bapak Presiden sudah mengarahkan, kalau memang tidak ada pelanggaran, harus kita pulihkan hak-hak investor,” ujar Bahlil usai rapat.
Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran nyata, sanksi proporsional akan dijatuhkan. Langkah ini diambil untuk memastikan dua pilar utama terjaga:
Pertama, Kepastian Hukum: Investor mendapatkan perlindungan dari ketidakpastian birokrasi dan gangguan operasional yang tidak berdasar.
Kedua, Pertumbuhan Regional: Menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Sumatra melalui sektor ekstraktif yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Akselerasi Hilirisasi via Danantara
Selain soal kepastian hukum, rapat tersebut membedah progres Hilirisasi Industri yang kini dikawal oleh badan baru, Danantara. Transformasi ekonomi ini dilaporkan telah masuk ke tahap eksekusi masif.
Bahlil melaporkan perkembangan signifikan dari 18 proyek strategis nasional yang dikelola:
– 6 Proyek Utama telah resmi melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama).
– 12 Proyek Sisanya dijadwalkan masuk tahap implementasi dalam waktu dekat.
Baca Juga:Strategi Soemitronomics Menkeu Purbaya: Injeksi Stimulus Besar-besaran, Targetkan Ekonomi Tembus 6%Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%: Menko Airlangga Ungkap Resep 'Resiliensi' di Forum ABAC 2026
”Ini adalah bagian dari agenda besar untuk memperkuat kemandirian industri nasional dan memastikan nilai tambah tetap berada di dalam negeri,” tambah Bahlil.
Jaminan Energi Jelang Ramadan dan Idulfitri 1347 H
Menutup laporan ratas, pemerintah memberikan kabar baik terkait ketahanan energi nasional. Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026, stok BBM dan LPG dipastikan dalam kondisi “hijau” atau aman.
Pemerintah menjamin pasokan energi berada di atas batas minimum stok nasional. Langkah preventif ini diambil agar fluktuasi harga global maupun peningkatan konsumsi domestik saat hari besar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
