Strategi Kuningan Lawan Kapitalisme: BUMDes Kini Bersatu dalam 'Rumah Besar' Forum Kolaborasi

Pelantikan-Pengurus-Forum-BUMDes-Kuningan
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar melantik Pengurus Forum BUMDes Kabupaten Kuningan 2025-2030 di Diva Pujasera Kasturi untuk perkuat ekonomi kerakyatan. Foto: Humas Pemkab Kuningan

CIREBONINSIDER.COM – Di tengah kepungan gurita kapitalisme dan dominasi pemodal besar, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah defensif sekaligus ofensif untuk memproteksi ekonomi akar rumput.

Sebuah “benteng” kolektif resmi didirikan melalui pelantikan Pengurus Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2030.

​Bertempat di Diva Pujasera Kasturi, Senin (10/2/2026), momentum ini menandai babak baru: BUMDes tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bersatu dalam satu komando strategis.

Baca Juga:Bupati Kuningan Warning Camat: Percepat Realisasi PBB 2026, Awasi Potensi Kebocoran Pajak!Wamendagri di Kuningan: Stop Cari 'Superman', Kita Butuh Super Tim Menuju Indonesia Emas!

​Bukan Sekadar Seremoni: Melawan Stagnasi Ekonomi

​Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam orasi pelantikannya menegaskan bahwa Forum BUMDes adalah “Rumah Besar” yang berfungsi sebagai tameng sekaligus mesin pertumbuhan.

Ia mengkritik fenomena BUMDes yang selama ini hanya jadi “papan nama” atau sekadar formalitas jabatan.

​”Kalau desa kuat, kabupaten pasti hebat. Instrumen penguatnya adalah ekonomi kerakyatan, dan BUMDes adalah urat nadinya,” tegas Dian.

​Bupati mengingatkan bahwa kelemahan utama selama ini adalah salah urus (mismanagement) akibat pengelola yang tidak memiliki jiwa wirausaha.

“Saya ingin rumah besar ini menyatukan langkah. Tidak ada lagi kompetisi yang saling mematikan antar desa, yang ada adalah saling menguatkan agar BUMDes naik kelas.”

​Empat Pilar Strategis: Senjata Melawan Dominasi Pasar

​Ketua Forum BUMDes Kuningan, Sofyan, merespons tantangan tersebut dengan meluncurkan empat program “punchy” yang dirancang untuk memutus ketergantungan desa pada tengkulak dan modal besar:

– ​BUMDes Hub: Menjadi agregator pusat untuk memastikan produk desa mampu menembus pasar nasional dan global.

Baca Juga:Jabar Perkuat Sabuk Pengaman Pangan Menuju Ramadhan 2026: Inovasi ‘Kembali ka Karuhun’ Kuningan Jadi SorotanDarurat Ekologi Cigugur: Ratusan Ikan Dewa Mati Massal, Bupati Kuningan Instruksikan Karantina Total

– ​Desa Sirkular: Mengubah beban masalah (sampah) menjadi aset ekonomi melalui pengelolaan berbasis profit.

– ​Kuningan Hijau: Kemandirian pangan melalui produksi pupuk organik lokal secara masif.

– ​Inkubasi Desa Wisata: Standarisasi destinasi agar mampu bersaing dengan daya tarik wisata modern.

​Struktur Kuat: Dukungan Lintas Sektoral

​Sesuai Keputusan Bupati Kuningan Nomor 141.2/Kep.1.394/DPMD/2025, forum ini tidak berjalan tanpa pengawasan. Jajaran Dewan Penasihat diisi oleh “Dream Team” birokrasi, mulai dari Sekda hingga Kepala Dinas dari berbagai sektor (DPMD, DLHK, Pertanian, hingga Perekonomian).

​Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi, legalitas, dan adopsi teknologi informasi menjadi standar baku dalam tata kelola BUMDes ke depan.

0 Komentar