Jabar Surplus Cabai Puluhan Ribu Ton, Stok Ramadhan dan Idul Fitri 2026 Dijamin Melimpah

Jabar-Jelang-Ramadan-Stok-Cabai-Aman
Hamparan luas panen cabai di Kabupaten Garut Jawa Barat yang mencapai 485 hektare sebagai penyangga stok pangan Ramadhan 2026. Foto: Kementan RI

CIREBONINSIDER.COM – Menjelang momentum Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat kini bisa bernapas lega terkait pasokan bumbu dapur utama.

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat berada dalam kondisi sangat aman. Bahkan mencatatkan angka surplus yang luar biasa untuk menopang kebutuhan nasional.

​Berdasarkan data neraca pangan terbaru, produksi cabai di wilayah lumbung pangan ini tercatat melampaui kebutuhan konsumsi lokal secara drastis.

Baca Juga:Launching Greenhouse, LPBI MWC NU Kapetakan Bagikan 3.500 Bibit Cabai ke WargaIroni Bawang Cirebon: Panen Melimpah di Tengah Cuaca Ekstrem tapi "Identitas" Masih Dicuri Brebes?

Kondisi ini menjadikan Jawa Barat sebagai penyangga utama distribusi antarwilayah selama masa puncak permintaan.

​Ledakan Surplus: Produksi Melampaui Konsumsi

​Data menunjukkan tren positif yang sangat kuat pada periode Februari hingga Maret 2026. Angka surplus ini menjadi jaminan bahwa gejolak harga dapat ditekan secara maksimal:

– ​Cabai Rawit (CR): Pada Februari, produksi mencapai 34.463 ton dengan kebutuhan 16.578 ton (Surplus 17.885 ton). Angka ini meroket pada Maret dengan total produksi 78.963 ton, menyisakan surplus sebesar 55.018 ton.

– ​Cabai Merah Besar (CB): Produksi Februari tercatat 32.398 ton dengan surplus 8.540 ton. Sementara pada Maret, produksi naik menjadi 38.703 ton, memberikan cadangan aman sebesar 10.962 ton.

​Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lengah dan terus mengawal rantai distribusi.

​”Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan aneka cabai. Penguatan di daerah sentra dan pengendalian distribusi terus kami kawal agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal,” tegas Mentan Amran.

​Kekuatan Sentra Produksi di Jawa Barat

​Keberhasilan surplus ini ditopang oleh luas panen yang masif di tiga kabupaten kunci. Berikut adalah fondasi utama pasokan cabai Jawa Barat:

– ​Kabupaten Garut: Menjadi penyumbang terbesar dengan luas panen mencapai 485 hektare.

– ​Kabupaten Bandung: Mengamankan pasokan melalui luas panen sebesar 400 hektare.

– ​Kabupaten Sumedang: Memperkuat cadangan dengan luas panen 250 hektare.

Baca Juga:Pecah Rekor! Petani Kedokan Bunder Indramayu Panen Padi 12,11 Ton Per Hektar, Ini RahasianyaPergeseran Prioritas Petani Indramayu: Serapan Pupuk NPK Tembus 83 Persen, Sinyal Kualitas Hasil Panen

​Juhara, Champion Cabai Kabupaten Bandung, mengungkapkan bahwa rahasia stabilitas ini terletak pada penerapan pola tanam berjenjang.

Strategi ini memungkinkan petani melakukan panen secara terus-menerus (kontinuitas) tanpa terputus oleh siklus musim.

​Senada dengan hal tersebut, Kang Sumarna, Champion Cabai Kabupaten Garut, memastikan para petani tetap optimis menjaga kualitas hasil panen meskipun menghadapi tantangan iklim yang dinamis.

0 Komentar