Indramayu Pasok 32,9% Ikan Jawa Barat, Strategi Lucky Hakim Bawa Nelayan Tembus Laut Papua

Penguatan-Ekonomi-Perikanan-Indramayu
Kepala Diskanla Indramayu Edi Umaedi dalam dialog penguatan ekonomi perikanan Indramayu 2026. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Menjadi tulang punggung pangan laut di Jawa Barat bukan sekadar predikat bagi Kabupaten Indramayu.

Dengan kontribusi raksasa mencapai 32,9% terhadap produksi perikanan provinsi, daerah di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim ini mulai tancap gas mengawinkan dua kutub besar: Produktivitas Tinggi dan Kelestarian Ekologi.

​Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Indramayu, Edi Umaedi, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi pesisir Indramayu terletak pada ekosistemnya yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca Juga:Nakhoda Baru Diskominfo Indramayu, Suwenda Fokus Soliditas dan Transformasi DigitalSinyal Kuat dari Indramayu: Meski Anggaran Efisien, 1.000 Nelayan Kecil Kini Dipagari BPJS

​”Potensi kita sangat lengkap, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, hingga pengolahan. Bapak Bupati Lucky Hakim menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus sejalan dengan ekologi. Ekonomi maju, lingkungan tetap terjaga,” ujar Edi dalam dialog daring bersama TVRI Jawa Barat, Senin (9/2/2026).

​Ekspansi Samudera: Armada Indramayu Tembus Papua

​Salah satu lompatan besar yang menjadi sorotan adalah jangkauan armada tangkap lokal. Berkat inovasi teknologi dan pendampingan konsisten, nelayan Indramayu kini tak lagi sekadar bermain di perairan lokal.

​Edi mengungkapkan bahwa armada tangkap asal Indramayu saat ini tercatat mampu menjangkau wilayah perairan jauh, bahkan hingga ke Papua.

Hal ini menandakan peningkatan kelas armada dan kapasitas SDM nelayan yang semakin kompetitif di level nasional.

​Benteng Perlindungan di Tengah Anomali Iklim

​Namun, di balik angka produksi yang gemilang, tantangan Anomali Iklim menjadi ancaman nyata. Menanggapi hal ini, Pemkab Indramayu meluncurkan tiga strategi perlindungan komprehensif:

– ​Jaring Pengaman Sosial: Pemberian premi BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap bagi nelayan kecil untuk menjamin keselamatan kerja.

– ​Navigasi Digital (Fishing Ground): Diskanla rutin memperbarui data lokasi tangkapan dan kondisi cuaca harian agar nelayan bisa melaut dengan presisi, efektif, dan aman.

Baca Juga:Strategi Pemkab Indramayu, Cegah Pahlawan Devisa Terjebak Investasi Bodong Lewat Literasi KeuanganSinergi 'Loreng' di Garis Pantai: KKP-TNI Siapkan 150 Batalion Kawal 1.100 Kampung Nelayan

– ​Sains Budidaya: Optimalisasi laboratorium kesehatan ikan dan kualitas air untuk membantu pembudidaya mendeteksi dini kondisi tambak guna mencegah gagal panen.

​Membangun Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

​Fasilitasi yang diberikan Pemkab tidak hanya berhenti pada teknis melaut, tapi juga mencakup akses pasar yang lebih luas.

Harapannya, posisi Indramayu sebagai lumbung ikan nasional dapat berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat pesisirnya.

​”Kami terus memfasilitasi kebutuhan para pelaku usaha perikanan. Targetnya jelas: Indramayu tetap menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan sekaligus penyedia pangan bergizi bagi masyarakat luas,” pungkas Edi.(*)

0 Komentar