Setahun Program CKG: Jangkau 90% Sekolah di Tanjung Priok, Temukan Tren Gangguan Mata pada Pelajar

Pemeriksaan-Mata-Pelajar
Petugas medis Puskesmas Tanjung Priok melakukan pemeriksaan mata kepada siswa SMA dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto: Kemenkes RI

CIREBONINSIDER.COM – Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Jakarta Utara mencatatkan capaian signifikan tepat di tahun pertamanya.

Di Kecamatan Tanjung Priok, program ini tidak hanya sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mulai mengungkap tabir kondisi kesehatan riil generasi muda di tingkat akar rumput.

​Berdasarkan data terbaru, lebih dari 90 persen sekolah dari total 198 satuan pendidikan di Kecamatan Tanjung Priok telah sukses melaksanakan CKG.

Baca Juga:Anggaran Kesehatan 2026 Loncat ke Rp247 T, Ada Skema Hapus Utang BPJS tapi 11 Juta PBI Terancam NonaktifDPR Kecam Penonaktifan Massal 11 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan, Negara Dinilai Gagal Lindungi Nyawa Rakyat

Angka ini menjadi indikator kuat masifnya penetrasi layanan kesehatan preventif di lingkungan sekolah.

​Deteksi Dini yang Mengubah Pola Hidup

Kepala Puskesmas Tanjung Priok, dr. Vita, menjelaskan bahwa peringatan satu tahun CKG ini menjadi momentum untuk melihat sejauh mana layanan kesehatan mampu menjangkau peserta didik.

Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama cakupan wilayah yang hampir menyeluruh tersebut.​Namun, di balik angka capaian yang impresif, dampak paling terasa muncul dari testimoni para siswa.

Skrining ini mengungkap fakta bahwa banyak pelajar yang selama ini tidak menyadari adanya gangguan kesehatan, terutama pada indra penglihatan.

​Nathan (16), seorang siswa dari Sekolah IPEKA Sunter, mengaku sangat terbantu dengan pemeriksaan kedua yang ia jalani. CKG memberinya peringatan dini mengenai kondisi matanya yang memburuk secara signifikan.

​“Saya mendapatkan masukan dari dokter mengenai kondisi mata saya. Faktanya, minusnya bertambah banyak dan saya dianjurkan untuk segera ke dokter spesialis. Program ini benar-benar membantu saya mengetahui kondisi sebelum terlambat,” ungkap Nathan.

​Hal serupa dialami oleh Callista (17). Siswi kelas akhir ini baru menyadari adanya gangguan jarak jauh pada penglihatannya setelah mengikuti rangkaian tes di CKG.

Baca Juga:Cirebon Gagal UHC 2025: DPRD 'Suntik' Dana Pokir demi Selamatkan Jaminan Kesehatan WargaGotong Royong, Jabar Wajibkan ASN hingga Siswa Donasi Rp1.000 untuk Kesehatan dan Pendidikan Darurat

Baginya, hasil pemeriksaan ini menjadi titik balik untuk mulai memperbaiki gaya hidup.

​“Selain tahu kondisi mata, saya juga diberikan edukasi untuk lebih rajin mengonsumsi sayur, buah, dan berolahraga. CKG ini sangat bermanfaat bagi kami para pelajar,” kata Callista.

​Strategi Jangka Panjang Kementerian Kesehatan

Keberhasilan di Tanjung Priok ini sejalan dengan visi besar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menempatkan CKG sebagai pilar strategi pembangunan kesehatan jangka panjang.

0 Komentar