CIREBONINSIDER.COM – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan berkelanjutan bagi keluarga prajurit yang gugur dalam tugas.
Hal ini ditegaskan saat penyerahan santunan total senilai Rp345 juta kepada ahli waris 23 Prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Prosesi penyerahan tali asih tersebut berlangsung khidmat di Markas Komando Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga:Longsor Pasirlangu: 85 Jenazah Dievakuasi, Komitmen Relokasi Warga Jadi PrioritasKolaborasi Lintas Batas di Longsor Pasirlangu: Chef Prancis dan DP3AKB Jabar Bersinergi Pulihkan Trauma Warga
Hadir mendampingi Gus Ipul, Kepala Staf Korps Marinir (Kas Komar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan beserta jajaran pejabat utama Korps Baret Ungu.
Bukan Sekadar Santunan tapi Pemberdayaan
Mensos menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp15 juta untuk setiap ahli waris ini merupakan bagian dari skema nasional.
Namun, ia menekankan bahwa intervensi pemerintah tidak berhenti pada pemberian uang tunai semata.
Negara telah menyiapkan Bansos Adaptif, sebuah sistem perlindungan sosial yang dirancang khusus untuk merespons dampak bencana secara komprehensif.
Setelah masa berkabung usai, Kementerian Sosial (Kemensos) akan menerjunkan tim untuk melakukan asesmen kebutuhan spesifik bagi setiap keluarga yang ditinggalkan.
”Jadi setelah kita beri santunan bagi yang meninggal, kemudian keluarganya ada program pemberdayaan,” ujar Mensos.
Program tersebut nantinya mencakup dukungan modal usaha hingga pelatihan keterampilan agar kemandirian ekonomi keluarga tetap terjaga.
Baca Juga:25 Korban Longsor Cisarua Masih Hilang: Evakuasi di Pasirlangu Masuki Babak PenentuanOperasi SAR 24 Jam di Cisarua: Menko PMK Kerahkan 5 Klaster Prioritas demi Selamatkan 83 Korban Longsor
Penghormatan untuk Syuhada Kedaulatan
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan rasa duka mendalam dan meyakini bahwa para prajurit Jalasena yang gugur saat persiapan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI–PNG tersebut adalah para syuhada.
”Saya meyakini seluruh korban yang meninggal dunia adalah syahid, pejuang kedaulatan yang insya Allah seluruh dosanya diampuni oleh Allah SWT,” tuturnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari Mayjen TNI (Mar) Suherlan. Menurutnya, langkah cepat Kemensos merupakan bentuk nyata perhatian negara yang sangat berarti bagi moril keluarga besar Korps Marinir.
Data Penanganan Korban Cisarua
Tragedi longsor Cisarua pada Sabtu (24/1) lalu memang menyisakan luka mendalam bagi unsur militer maupun sipil. Berdasarkan data terkini, total korban jiwa dari unsur prajurit mencapai 23 orang.
