Mengapa Keputusan Belanja Anda Menentukan Nasib Bangsa? Ini Penjelasan Wamenkeu Suahasil Nazara

Wamenkeu-Suahasil-Nazara
Wamenkeu Suahasil Nazara saat memberikan kuliah umum mengenai kebijakan fiskal dan ekonomi makro di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Foto: Kemenkeu RI

​CIREBONINSIDER.COM – Pernahkah Anda membayangkan bahwa setiap rupiah yang Anda belanjakan atau simpan adalah penentu stabilnya ekonomi negara?

Hal inilah yang ditekankan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Senin (9/2/2026).

​Suahasil membedah realitas krusial: keputusan ekonomi individu, jika terjadi secara kolektif dan masif, dapat menciptakan efek domino yang mengguncang stabilitas nasional.

Baca Juga:Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%: Menko Airlangga Ungkap Resep 'Resiliensi' di Forum ABAC 2026Target Ekonomi 8% atau Tertinggal! Presiden Prabowo Beri 8 Instruksi 'Sakti' di Rakornas 2026

Di sinilah peran krusial negara hadir melalui instrumen kebijakan fiskal untuk menjaga keseimbangan.

​Ekonomi Makro: Jembatan Menuju Kesejahteraan Bersama

​Bagi Suahasil, mempelajari ekonomi makro bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan upaya mewujudkan tujuan luhur negara sesuai amanat UUD 1945.

​”Kenapa belajar makro? Karena kita ingin memenuhi tujuan negara. Bukan sekadar kesejahteraan individu, tapi kesejahteraan bersama,” tegas Wamenkeu di hadapan para mahasiswa.

​Pelajaran Sejarah: Mengapa Negara Harus ‘Ikut Campur’?

​Suahasil membawa audiens menengok kembali tragedi Depresi Besar 1930-an. Sejarah membuktikan bahwa mekanisme pasar bebas tidak selalu bisa pulih dengan sendirinya saat krisis menghantam.

Pemikiran ekonom legendaris John Maynard Keynes menjadi titik balik yang menegaskan bahwa pemerintah wajib melakukan intervensi.

​Melalui kebijakan fiskal yang terukur, pemerintah berperan sebagai stabilisator atau katup pengaman saat mesin ekonomi sektor swasta melambat. Tanpa peran negara, keseimbangan ekonomi nasional sulit tercapai secara otomatis.

​Tiga Indikator Utama Kesehatan Ekonomi Nasional

​Untuk memahami kondisi ekonomi sebuah bangsa secara nyata, Suahasil memaparkan tiga parameter krusial yang saling berkaitan:

Baca Juga:Ketua DPRD Cirebon Siap Kawal Instruksi Presiden: Ekonomi 8% dan APBD Anti-Bocor!Ditjen Pesantren Segera Terbentuk, Dorong Pemberdayaan Ekonomi

1. ​Produk Domestik Bruto (PDB): Bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan akumulasi dari konsumsi rumah tangga, investasi dunia usaha, serta efektivitas belanja pemerintah.

2. ​Laju Inflasi: Parameter stabilitas harga yang bersentuhan langsung dengan daya beli masyarakat sehari-hari dan biaya hidup.

3. ​Indikator Ketenagakerjaan: Bukti nyata apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar menciptakan lapangan kerja dan memberikan penghidupan bagi rakyat.

​Wamenkeu menegaskan bahwa data-data tersebut adalah cerminan aktivitas nyata masyarakat, termasuk kontribusi ekspor dan impor yang menjaga napas neraca perdagangan kita.

​Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

0 Komentar